Minggu, 23 November 2014

KADALUARSA

Terhempas
tinggal ampas
Masa memangsa usia
jadi tak guna
jadi tak berharga

Jumat, 21 November 2014

AKU : TAK TAHU


Untuk yang tak ada dalam nyata
masih perlukah meminta

Untuk yang tak mungkin terjadi
masih layakkah menanti

Konon harapan ada bagi mereka yang percaya
sedangkan aku ? TAK TAHU


11/10/2014
PETRICHOR


Aroma tanah basah merayu penciuman
untuk disesap penuh kerinduan
petrichor

*ketika hujan turun pertama kali di bulan Oktober
  13/10/2014
KASIHAN


Rindu membujur di sendirian
Tak punya tujan
Tak ada alamat untuk disampaikan
Kasihan



Jakarta, 15/08/2014

Minggu, 14 September 2014

Anekdot 3

https://sites.google.com/a/nusumma.com/humor-anekdot/lelucon-sabetan/rokokkiai


Di satu pesantren di jombang jawa timur, santri-santri dilarang merokok. Dan mbah kyai pengasuh pesantren tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) setimpal pada santri yang melanggar. Namun ada saja santri nakal yang melakukan pelanggaran.Beberapa gelintir  santri-santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan kiyai.Satu malam seorang santri perokok ingin melakukan aksinya. Ia bergegas ke kebun blimbing. Ia dekati seorang temannya di kejauhan sedang menyalakan rokok."Kang, join rokoknya ya..." katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya.Temannya langsung menyerakan rokok yang dipegangnya.Santri perokok langsung mengisapnya. "Alhamdulillah, nikmatnya..." katanya. Diteruskan dengan isapan kedua.Rokok semakin menyala, dan... dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lamat-lamat ia baru sadar siapa yang sedang dimintainya rokok. Namun santri belum yakin dan diteruskan dengan  hisapan ketiga... Rokok semakin meyala terang.Ternyata... yang dia mintai rokok adalah kiainya sendiri.Santri kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur. Lari tunggal langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.Sang kiyai marah besar: "Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, kang..."
Bacalah teks anekdotRokok Sang Kyai”  di atas dengan cermat kemudian
1.analisislah dari segi isinya!
2.analisislah dari segi struktur dan kaidahnya!
3.analisislah dari segi bahasanya!
4.suntinglah dari segi struktur dan kaidahnya!
5.suntinglah dari segi bahasanya!

Senin, 25 Agustus 2014

PARADOKS

Ada sepi menggantung di sudut hati
sementara riuh bayang dan nama-nama di udara



DEWASA

Peristiwa demi peristiwa bertubi mencium hidup
Sambut ia dengan senyum
dan air mata jika bahagia
dan kecup mesra bila nestapa
Bergelut berulang sampai kering segala keringat
Dan bermetamorfosis
Berbentuk semua rupa
Kadang sangat kuat
Kadang begitu rapuh luluh
Proses menjadi dewasa ternyata selamanya