Tampilkan postingan dengan label bukan puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bukan puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2025

Dearest Bestie Ngopi

 Cantik,

Mari kita bersulang dengan cangkir-cangkir kopi yang tlah tersaji di hadapan

Sebagai perayaan nan sederhana saja

Atas isyarat semesta bahwa kau masih dicintai Sang Pencipta

Semoga uap kopi kita menelusup langit-Nya

Membawa bait-bait lugas bisikan cinta dari hati nirmala

serta diaminkan malaikat-Nya


E.D.P

03 Juli 2025

Minggu, 29 Juni 2025

Ujung Juni

 Di luar hujan masih tabah

Membasuh segala yang resah

Agar menjadi tenang


Di dalam ada puan di sudut ruang

Sendiri mencari hangat dengan secangkir kopi hitam tanpa gula yang baru dia tuang


Puan mulai mencipta stanza

Yang tiap koma dan titiknya

Yang tiap kata dalam paragrafnya

Ialah tentang Tuan semata


Rasa yang tak pernah lekang

Tak bisa diulang 


E.D.P.

29 Juni 2025


#ngopingapangopi

#alterego

Di Tanah Kuburan

Kulepas kembang dari tangan

Kuusap tanah cokelat sisaan air kali yang lewat tadi malam

Kulanjutkan takbir hari raya di atas nisan

Kuajak engkau mendengarkan 


Ibu, 

Doaku tak pernah berlebihan 

Tapi semoga senantiasa diaminkan malaikat Tuhan


Selamat Lebaran 


Al Fatihah

Latepost, 

1 Syawal 1446 H


#Momonthetop

#Missyoumost

#After Allah and Rasulullah

Rabu, 07 Mei 2025

NYADRAN

 Di awal Ramadan

Kutukar kembang setaman

dengan doa dalam tengadah tangan

Yang mewangi rindu melebihi 252 bulan


Semoga kata-kata yang kulangitkan 

Membuat bulan tak pernah mati di atas 

kuburanmu bahkan di malam Lebaran


Istirahatlah, Ibu 


Al Fatihah


18 Januari 2004

18 Januari 2025

365/365

Di bawah sorai kembang api

duduk berkawan secangkir kopi


Meresapi lara

yang tersimpan senyap belaka

Dalam 365 malam tanpa jeda

yang meluruh lewat telaga di mata


Hangat uap kopi merambat doa

Tapi tak perlu lagi kusebut dia

Meski rindu selalu ada

Aku akan mengabaikannya


31 Desember 2024

01 Januari 2025

Kamis, 01 Agustus 2024

Puan Masih Setia

Di meja dekat jendela

secangkir kopi hitam tanpa gula

diam seribu bahasa


Puan di hadapannya

seperti biasa

menunggu uapnya berjeda

lalu perlahan menyesapnya


Telah lewat berapa gerhana

Puan masih setia pada satu nama

Namun tak lagi bisa Puan terima


Gelap menyapa

Puan beranjak meninggalkan duduknya

Gemulai geraknya

meninggalkan aroma patah hati yang terlalu lama


E.D.P.

Sabtu malam, 20 Juli 2024



Sabtu, 25 Mei 2024

Lebaran di Kampung


Ibu,

Telah genap dua puluh tahun purnama

Engkau pulang menghadap Dia


Ini waktu

Kusambangi rumahmu yang biru

Penuh lekat debu

Yang adalah doa-doaku


Tak perlu risau akan aku

Anak perempuamu 

ialah perwira 

Yang masih sanggup melaju 

di atas gelora


Tenang saja kau di sana


Al Fatihah


18.01.2004

18.01.2024


25052024

Late post


#momonthetop

#missyoumost after Allah and Rasulullah

Jumat, 16 Februari 2024

KERTAS SUARA

 Aku lupa ini kali ke berapa 

Aku merasa penting sebagai seorang warga negara


Sesaat di bilik ini

Aku memilih yang aku yakini


Usai perhitungan

Kertas suara hanya bahan laporan

Berapa banyak anggaran yang dikeluarkan


Hanya ada satu tujuan:

Melanggengkan kekuasaan

Yang sudah lama berakar

atau yang baru menjalar


Kertas suara dicoblos dengan tangan yang gemetar

Dari perut si miskin yang lapar


#Pemilu#Hari Kasih Suara #14 Februari 2024

SEPANJANG JATINEGARA

 


Sepanjang Jatinegara sepulang kerja 

Ada jajaran gerobak, tempat jas hujan aneka warna 

Penjajanya bersuka cita 

Begitu hujan bulan Januari menyapa 

Sebab kala itulah orang banyak membeli dagangannya


Menyusuri trotoar setelah plaza

Tampak toko busana yang kuduga

jumlah pengunjungnya tak lebih banyak daripada

karyawannya

Mungkin mereka menganut asas “tak ada PHK selain

tutup usia”


Selanjutnya kutemukan sepi pad asepanjang jalan yang

dulu menjual hewan dan buku-buku lama

Sahut-bersahut para pedangangnya tak tertangkap lagi
oleh telinga


Sampai kudapati

Gang kecil yang melanggengkan memori

Lewat harum biji yang baru digiling bila ada pembeli

di antara tumpukan karung yang tertata rapi


Aku berhenti di sini

Dengan sebungkus kopi bertuliskan Bintang Mercy


13 Februari 2024 
https://literat.republika.co.id/posts/46965/kopi-sedan-bubuk-kopi-khasjatinegara


Kamis, 19 Oktober 2023

Berkali


Berkali aku coba berbeda rasa

Tapi hanya pada kopi hitam

tanpa gula, aku jatuh cinta

Sebagaimana pada engkau, Tuan

yang singgah terlalu lama pada

ingatan

E.D.P

Ujung Mei, 2023

23.05

Selasa, 17 Oktober 2023

Prolog

Bagi seorang puan setengah baya


Senja adalah prolog dari sebuah cerita

tentang rasa yang ananta

Di depannya secangkir kopi hitam nirgula

menyimak tanpa suara 


Puan terus menata kata

Sampai nampak olehnya di langit

telah hadir lintang kartika*)


Puan menyudahi kisahnya

seraya menyeka air mata

Sebelum jatuh di atas luka hatinya


E.D.P.

Sabtu malam, 08072023


*) lebih jelasnya baca di tautan  https://nationalgeographic.grid.id/amp/13289725/lintang-kartika-bintangnya-bintang-orang-jawa

Selasa, 28 Maret 2023

PUISI

Aksara telah menumbuhkan kata-kata

Kemudian memekarkan prosa 


Yang dari ujung mata 

Menggoda sebagai juwita 


Merayu renjana tuk berkelana

Segera menyusuri alurnya

Berjumpa maknanya

Memahami mandatnya 

Sempurna


28032023

Selamat Hari Puisi Sedunia 2023

Always Be a Poet, Even In Prose

Sabtu, 25 Maret 2023

Di sudut restoran

Dengan secangkir kopi hitam tanpa gula

Kubertanya pada bayangan Tuan


Tahukah engkau, Tuan

Engkau seumpama senja keemasan

Yang kunanti sepanjang musim terik dan hujan

Tuk menjadi teman seperjalanan

Lalu sama-sama terbenam

Di pelukan malam 


Passer Baroe, 02 Maret 2023



 Ibu, 

Tiap Januari yang hujan

Kutuliskan puisi kerinduan

di pusaramu 

yang kadang hanya lamunan


Ritual yang tak pernah aku bosan 


Al Fatihah


18.01.2004

18.01.2023


#missyoumostafterRasulullah 

#momonthetop

Selamat ulang tahun, Tuan

Mari kuseduhkan 

kapucino instan kegemaran

Sebagai teman percakapan yang kelak Tuan rindukan 


Sesaat kemudian

ketukan hujan di jendela menyadarkan

Bahwa aku sendirian 

dengan secangkir kopi di tangan 

Tuan menjelma bayangan

Perbincangan hanya dalam ingatan


Ternyata

Aku sedang merayakan kehilangan 


29122022




Kelak bila kalian datang 

Semoga papan tulis yang ada di depan 

Masih menyimpan catatan: 

Kalian yang diam-diam main game online sewaktu guru menerangkan 


Sesekali kami mengingatkan

Sesekali kami biarkan 

Lalu kalian sadar dan 

kembali mengikuti pelajaran 


Kami percaya 

Di mata kalian yang cerlang

Ada masa depan Indonesia

Sepanjang garis bujur 

dan garis lintang 


25 November 2022

Selamat Hari Guru Nasional 



Kupunguti kata-kata yang beku di bawah hujan sepanjang perjalanan pulang 

Sesampai di rumah kuhangatkan di depan secangkir kopi hitam tanpa gula 

di atas meja

Lelehannya bercengkrama di mata

Kala kubaca mereka


Di sana ada nama Tuan 

Yang kusembunyikan dari ingatan 


Malam Minggu akhir Oktober

29102022

21.55



Secangkir kopi di meja

kali ini dengan gula sedikit saja

Menunggu takdirnya 


Akankah tangan perempuan setengah tua 

Yang ada di depannya 

memeluk hangatnya sampai sirna

Melepas rindu yang dahaga 

Seolah berpuluh tahun tak jumpa?


29 Agustus 2022

00.09 WIB



Dari tempat ini, Tuan 


Kulihat awan di langit selatan 

Bergerak lalu berguguran

Di sepasang mata perempuan 

Yang sedang sendirian 

Dengan secangkir kopi hitam di tangan 

Di sudut restoran 


Pasar Baru, 15072022



 Sabtu Malam Akhir Bulan


Hujan seharian

Didampingi kopi hitam di tangan 

Lamunan (lagi-lagi) akan Tuan

Menjadi terhangatkan 


Ah, sialan

Aku masih enggan melupakan


26 Maret 2022

20.38 WIB