Malam Minggu
Biarlah masing-masing cangkir kopi kita dengan hangatnya:
Kau dengan peluknya
Aku dengan air mata
08092019
00.13
Rabu, 18 September 2019
Selamat Ulang Tahun
Di kursi bersanding dengan sepi
Di meja terdiam secangkir puisi
Tentang kelahiran kopi dari tangan petani
Hangat uapnya tiba-tiba berujung di mata
29082019
03.00 WIB
Frekuensi
Dekat atau jauh dari mata
Dengan atau tanpa berita
Meski lewat dua belas purnama
Tak bersua
Tak mengopi bersama
Frekuensi hati kita tetap seirama
21082019
04.55 am
Dengan atau tanpa berita
Meski lewat dua belas purnama
Tak bersua
Tak mengopi bersama
Frekuensi hati kita tetap seirama
21082019
04.55 am
Sederhana
Rinduku sederhana
Seperti lidah yang candu
pada pahitnya kopi hitam tanpa gula
Kau tak perlu bertanya apa-apa
Sebab namamu
kupastikan selamanya ada
Syawal lewat
Iduladha lewat
12082019
Seperti lidah yang candu
pada pahitnya kopi hitam tanpa gula
Kau tak perlu bertanya apa-apa
Sebab namamu
kupastikan selamanya ada
Syawal lewat
Iduladha lewat
12082019
Mendung Menetas
Puan,
Mendung di matamu menetas jua
Menjadi bulir-bulir di atas secangkir kopi hitam tanpa gula
Hilang pelangi seketika
Menjelang Adha
Kulihat
Ada kecewa
09082019
03.56
Mendung di matamu menetas jua
Menjadi bulir-bulir di atas secangkir kopi hitam tanpa gula
Hilang pelangi seketika
Menjelang Adha
Kulihat
Ada kecewa
09082019
03.56
Terbenam
pada akhirnya,
Sabtu malam ini
akan seperti sebelumnya
Dan
cerita kita terbenam rapi
di dalam secangkir kopi
Menunggu waktu
Sampai semesta merestui
04082019
03.24 am
Sabtu malam ini
akan seperti sebelumnya
Dan
cerita kita terbenam rapi
di dalam secangkir kopi
Menunggu waktu
Sampai semesta merestui
04082019
03.24 am
Langganan:
Postingan (Atom)