Ada yang lebih lebat
daripada hujan di luar sana
Ialah kesedihan yang hikmat
Di balik air mata
Yang kau sembunyikan sekuat tenaga
Ah, Puan,
Dengan secangkir kopi di tangan
Dan bibir menyungging senyuman
Patah hatimu akan sampai kapan?
23.27
02 November 2019
#ngopingapangopi
#alterego
#deja-vu
#(masih)manone
#iloveyou3000
#novembercryin'
Rabu, 25 Maret 2020
Jumat, 18 Oktober 2019
Catatan dari Pedalaman
Mari rayakan siang ini dengan doa,
dengan kata, dan dengan angka
Atas senyum riang yang terbit dari hati lapang sepulang dari padang dan ladang
Di atas kaki-kaki berlarian selincah kijang
Di kelas kita yang biasa
Beratap gemintang
Berdinding lalang
Beralas tanah berkalang
Kita catatkan
Bahwa esok atau lusa
Matahari ada di genggaman
16102019
18.00
#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu
#(masih)manone
Kamis, 10 Oktober 2019
Ibunda Guru
Kupanggil kau, Ibunda guru
Seperti novel yang kau bacakan untukku
Di sela sibukmu
Aku, yang kata orang, dungu
Selalu mencoba
Mengikuti setiap eja
Mengerti setiap kata
Memahami setiap makna
Kau sabar selalu
Mengajariku tanpa jemu
Sampai genap semua ilmu
Ah, Ibunda guru
Pelita bagi aksara
Kala kubuka jendela dunia
10102019
#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu
#(masih)manone
Rabu, 09 Oktober 2019
30 Hari
Setiap pagi kudapati
27 pasang sepatu berderet rapi
Dari si empunya yang penuh energi
Demi profesi yang bersertifikasi
Tak ada jemu
Belajar untuk mendapat ilmu
Saling berbagi bila ada yang tahu
Semua jadi keluarga
Dengan segala perniknya
Tapi yang teringat hanya cerita suka
Yang melahirkan tawa berseling air mata
#Uhamka - Bahasa Indonesia
Rabu, 18 September 2019
Tentang Tuan dan Belah Rotan di Tangan
Secangkir kopi hitam nirgula
di bawah rembulan
Memberi sebuah pelajaran
Bahwa pahit adalah simbiosis mutualisme nan sempurna
Antara kerinduan
dan melupakan
Manone (were) in love
18092019
Tangis
Hangat di mata
Entah apa yang harus kusalahkan
Uap secangkir kopi di tangan
Ataukah
Senandung mendung di luaran
Keduanya sama-sama menyajikan kenangan
Ah, Tuan
Yang menyematkan belah rotan
Bayangmu masih menyibukkan pikiran
Sa(d)nite
September14th 2019
Entah apa yang harus kusalahkan
Uap secangkir kopi di tangan
Ataukah
Senandung mendung di luaran
Keduanya sama-sama menyajikan kenangan
Ah, Tuan
Yang menyematkan belah rotan
Bayangmu masih menyibukkan pikiran
Sa(d)nite
September14th 2019
Lepas
Kutanggalkan yang selama ini
melingkar di jari
Meski telah setia menanti
Kau memilih tak kembali
Ya, sudahlah
Aku sudah pernah merasa
Pahitnya hati seperti apa
08092019
22.17
melingkar di jari
Meski telah setia menanti
Kau memilih tak kembali
Ya, sudahlah
Aku sudah pernah merasa
Pahitnya hati seperti apa
08092019
22.17
Langganan:
Postingan (Atom)