Rabu, 25 Maret 2020

Ada yang lebih lebat
daripada hujan di luar sana
Ialah kesedihan yang hikmat
Di balik air mata
Yang kau sembunyikan sekuat tenaga

Ah, Puan,
Dengan secangkir kopi di tangan
Dan bibir menyungging senyuman

Patah hatimu akan sampai kapan?

23.27
02 November 2019

#ngopingapangopi
#alterego
#deja-vu
#(masih)manone
#iloveyou3000
#novembercryin'

Jumat, 18 Oktober 2019

Catatan dari Pedalaman



Mari rayakan siang ini dengan doa,
dengan kata, dan dengan angka
Atas senyum riang yang terbit dari hati lapang sepulang dari padang dan ladang
Di atas kaki-kaki berlarian selincah kijang

Di kelas kita yang biasa
Beratap gemintang
Berdinding lalang
Beralas tanah berkalang

Kita catatkan
Bahwa esok atau lusa
Matahari ada di genggaman

16102019
18.00

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu
#(masih)manone

Kamis, 10 Oktober 2019

Ibunda Guru



Kupanggil kau, Ibunda guru
Seperti novel yang kau bacakan untukku
Di sela sibukmu

Aku, yang kata orang, dungu
Selalu mencoba
Mengikuti setiap eja
Mengerti setiap kata
Memahami setiap makna

Kau sabar selalu
Mengajariku tanpa jemu
Sampai genap semua ilmu

Ah, Ibunda guru
Pelita bagi aksara
Kala kubuka jendela dunia

10102019

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu
#(masih)manone

Rabu, 09 Oktober 2019

30 Hari



Setiap pagi kudapati
27 pasang sepatu berderet rapi
Dari si empunya yang penuh energi
Demi profesi yang bersertifikasi

Tak ada jemu
Belajar untuk mendapat ilmu
Saling berbagi bila ada yang tahu

Semua jadi keluarga
Dengan segala perniknya
Tapi yang teringat hanya cerita suka
Yang melahirkan tawa berseling air mata

10-10-2019

#PPG daljab Angkatan 3
#Uhamka - Bahasa Indonesia

Rabu, 18 September 2019

Tentang Tuan dan Belah Rotan di Tangan


Secangkir kopi hitam nirgula
di bawah rembulan
Memberi sebuah pelajaran
Bahwa pahit adalah simbiosis mutualisme nan sempurna
Antara kerinduan
dan melupakan

Manone (were) in love

18092019


Tangis

Hangat di mata

Entah apa yang harus kusalahkan
Uap secangkir kopi di tangan
Ataukah
Senandung mendung di luaran
Keduanya sama-sama menyajikan kenangan

Ah, Tuan
Yang menyematkan belah rotan
Bayangmu masih menyibukkan pikiran

Sa(d)nite
September14th 2019


Lepas

Kutanggalkan yang selama ini
melingkar di jari
Meski telah setia menanti
Kau memilih tak kembali

Ya, sudahlah
Aku sudah pernah merasa
Pahitnya hati seperti apa

08092019
22.17