Rabu, 25 Maret 2020

Selamat pagi hati yang tersakiti

Duduklah di sini
Kita hangatkan Minggu terakhir yang basah ini
dengan secangkir kopi

Kita peluk saja luka
Agar reda sementara
Jelaga yang kujumpa di telaga netra

291219


Malam ini kembali duduk bersama
Secangkir kopi yang ketiga
Rasanya masih sama
Sehitam duka
Sepahit luka

Itulah jiwa
Yang terlanjur jatuh cinta

Tak bisa lagi berpaling selainnya

22.13
15 Desember 2019
16 days to 2020 and still nothing but ☕


Ah, yang tercinta
Kau meninggalkan tanpa kata
Aku terluka
Dan hujan turun di mata

26112019
Di antara hujan
Ada kerinduan
Yang tak tertahan
Apalagi terlupakan

Dan secangkir kopi hitam di tangan
Selalu menjadi teman
Membuktikan kesetiaan
Memeluk hati yang kedinginan
Diterkam kenangan

22112019

November sibuk menata hujan
Dan aku pun demikian
Sibuk memahat kenangan
Yang masih saja tersimpan
Di secangkir kopi yang kesepian

Kuberitahu, Tuan
Pahitnya adalah romansa kehilangan
Menyakitkan namun abadi dalam ingatan

13112019
21.57 WIB


Di secangkir kopi
Kutulis sebait puisi
Tentang Tuan yang pergi
Tanpa pernah kumengerti

Ah, diam-diam saja
Ini air mata
Mengadu pada hangatnya
Seiring tanya
Tuan di mana?

12112019


November yang basah menyapa
Tapi kemarau masih menyisa di mata
Apabila bayangmu melintas walau sekedip saja

Tuan yang kusebut dalam doa
Engkau menjejak luka
Tanpa kutahu sebabnya

Lalu embun di cangkir kopi hitam nirgula
Mencari temannya di balik kelopak, tanpa suara

05112019
🖤