Rabu, 25 Maret 2020

Sajak Malam Minggu

Secangkir kopi
Menjamu sepi

Lalu berbincang tentang rindu
Yang lelah tak berujung temu

Sesaat gerimis datang menyapa
Tak lama
Bulir tangis melarung di mata

21 Maret 2020
Sabtu malam, kopi hitam, dan hujan:

Setumpuk pekerjaan
Tak mampu mengalihkan
Sungguh
Merasa rindu sendirian
Ternyata menyesakkan

14032020
Hujan sepanjang Februari
Bersenandung elegi
Tentang
Patah hati dan kopi
Yang silih mengunjungi

29022020
Dalam alai belai kehilangan
Sepasang mata Puan menderas hujan
menuju secangkir kopi di tangan

Apakala nama Tuan beranjak dari ingatan?

27022020
21.23


Tiap kali kau bertambah usia
Ingin kuberi sehimpun kata tanpa bunga
Sayangnya belum jua terlaksana
Kala itu masih terlewatkan begitu saja

Ah, doktor muda
Bilamana kita bersua
Dan berbagi cerita tentang dunya wiyata
Seperti saat kuliah perdana?

22022020
Seseduh kopi di tangan,
Sederas hujan seharian,
Dan hati yang tak kunjung usai berusaha berdamai dengan rasa kehilangan
Tuan -sang bintang pemanah- dan kenangan

18022020
Pagi ini secangkir kopi saja
Yang pekat dan hangatnya mematik ingatan akan kasih ibunda
Dan dalam kebisuan air mata turun menyatu hujan di luar sana

Kenangan dan kerinduan bersekutu

Al Fatihah

18 Januari 2004
18 Januari 2020

#momonthetop
#missyoumost
#after ALLAH and Rasulullah