Sabtu, 16 Mei 2020

Perempuan itu sendiri
Memeluk secangkir kopi
Seperti biasa: hitam tanpa gula
Tapi ini kali
Ke dalamnya dituang pula
doa-doa basi
Sekejap saja
Turun dari matanya
Larik-larik puisi

17052020M
24Ramadan1441H

#Ramadanyang(tak)berbeda

Rindu di Sabtu pagi:

sepekat hitam kopi
sehangat doa 'tuk Tuan yang pergi

05042020


Rabu, 25 Maret 2020

Sajak Malam Minggu

Secangkir kopi
Menjamu sepi

Lalu berbincang tentang rindu
Yang lelah tak berujung temu

Sesaat gerimis datang menyapa
Tak lama
Bulir tangis melarung di mata

21 Maret 2020
Sabtu malam, kopi hitam, dan hujan:

Setumpuk pekerjaan
Tak mampu mengalihkan
Sungguh
Merasa rindu sendirian
Ternyata menyesakkan

14032020
Hujan sepanjang Februari
Bersenandung elegi
Tentang
Patah hati dan kopi
Yang silih mengunjungi

29022020
Dalam alai belai kehilangan
Sepasang mata Puan menderas hujan
menuju secangkir kopi di tangan

Apakala nama Tuan beranjak dari ingatan?

27022020
21.23


Tiap kali kau bertambah usia
Ingin kuberi sehimpun kata tanpa bunga
Sayangnya belum jua terlaksana
Kala itu masih terlewatkan begitu saja

Ah, doktor muda
Bilamana kita bersua
Dan berbagi cerita tentang dunya wiyata
Seperti saat kuliah perdana?

22022020