Weeww, judulnya serius dikit ah. Cuma mau berbagi saja sih. Sebenarnya gw gak sampai jadi korban penipuan tapi malah sebaliknya, mereka yang mencoba menipu yang gw kerjain. Hehehe. Modusnya adalah mengiming-imingi pembeli yang baru berlalu dari kasir dengan aneka produk cuma-cuma. Ibu dan tante gw pernah ditawari tapi mereka menolak jadi mereka gak terlalu ngeh modusnya. Nah, gw belom pernah tuh maka begitu suatu kali gw ditawari, gw ikuti saja dengan pura-pura lugu dari desa, gak punya hape, gak tauk alamat rumah yang didatangi, dan sedikit bicara (kalo ngomong bisa ketauan). Rata-rata model penipuannya kayak di bawah ini , baca aja ya buat jaga-jaga (emang satpam).
1. Mereka mencegat sembarang orang terutama yang baru keluar dari kasir.
2. Mereka mengatakan bahwa kita adalah orang yang beruntung terpilih mendapat hadiah cuma-cuma alias gratis dari produsen barang-barang asal Cina (biasanya) dan mengajak kita ke kantor mereka (biasanya tempatnya terpencil dan sepi tapi penuh display barang yang ditawarkan)
3. Mereka meminta identitas kita : nama, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi)
4. Mereka memberikan sebuah folder yang berisi gambar barang sambil berkata bahwa barang-barang tersebut hanya ada ketika pameran yang akan diadakan beberapa waktu mendatang. Sementara barang yang ada di display hanya contoh saja.
5. Mereka menggiring kita pada satu produk barang, seringnya paling mahal, sehingga otak kita fokus pada barang tersebut.
6. Mereka meminta kita memilih sebuah kupon undian yang hadiahnya beraneka sambil mengatakan tidak semua orang yang terpilih beruntung mendapat hadiah langsung.
7. Mereka menjelaskan isi undian itu, diawali dengan kata-kata selamat dan anda beruntung sekali berhak atas barang-barang yang tercantum di undian sambil menyerahkan barang-barang kepada kita. Kita dibuat senang hati karena mendapat barang gratisan yang harganya lumayan mahal kalau kita beli.
8. Mereka selanjutnya membacakan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk pemilikan barang-barang itu. Biasanya sih, barang hanya bisa diambil ketika pameran dan agar kita mudah mengambilnya, kita diminta menyelesaikan administrasi pendaftaran dengan menyebutkan sejumlah angka. Di sinilah inti penipuan itu. Bila kita terbuai dengan keinginan memiliki sejumlah barang gratisan tentu kita akan menyerahkan uang kepada mereka. Toh, tidak seberapa dibandingkan harga barang yang akan kita miliki, pikir kita. Segeralah sadar, kita sudah terjebak. Mana ada gratisan tapi bayar ? Itu sama saja tidak gratis, bukan ?
Hehehe, itulah pengalaman yang bisa gw ceritain ketika mengalaminya sendiri pada Selasa, 6 Desember 2011 lalu di Pulogadung Trade Center. Rasa penasaran gw akhirnya terjawab. Rupanya modus operandi mereka kayak gitu. Mereka pintar ngomong dan baik loh. Tapi mereka langsung bete begitu gw jawab gw bawa uang 4000 ribu perak buat ongkos doang. Dengan jutek mereka bilang ke gw , " ke mal koq gak bawa duit, di rumah aja mbak kalo gitu!" Dan mereka langsung minta gw tanda tangan pembatalan hadiah. Gw tanda tangan trus gw keluar dari kantor mereka sambil nahan ketawa. Pas di luar, gw ketawa ngakak sambil tutup mulut. Emang enak gw kerjain selama lebih kurang setengah jam. Gw ngelewatin seseorang yang sempat menghampiri gw di kantor mereka. Kayaknya curiga sama gw (mungkin bosnya) karena penampilan gw gak kayak orang dari desa (gw pake jaket spalding, jam tangan baby-g, sandal jepit converse, tas batik yang banyak gantungan kunci luar negeri). Hehehe ,,, sukurin ,,, :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar