Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2019

Nefertari

"Untuk Ratuku, Nefertari, kesayangan Mut, yang demi dirinya matahari bersinar di Nubia setiap hari"
Firaun Ramses II untuk Nefertari

Seromantis itu Ramses II kepada Nefertari.

Pada akhirnya ia memilih Nefertari, putri priyayi yang cerdas dan trengginas sebagai Permaisuri Utama untuk mendampinginya memimpin negara daripada Iset, wanita dari harem bertubuh seksi tapi otak tak berisi. 

Meski Nefertari merupakan perempuan kedua yang dinikahi Ramses II, tapi ia adalah cinta pertama sekaligus cinta sejati Ramses II sedari mereka kanak-kanak pun sebaliknya. Deja-vu, Nefertari dan Ramses II kembali bersatu setelah mereka dewasa. 

Kepribadian dan kepandaian Nefertari memecahkan masalah rakyat di Balairung telah menyingkirkan Iset dari kekaguman rakyatnya akan kecantikan Iset dan memulihkan nama baik orang tuanya, pasangan Ratu Mutnodjmet dan Jenderal Nakhtmin. Ia sekaligus menghapus label atheis yang disematkan rakyat pada bibinya, Nefertiti. Kemahiran berbahasa dan berperang bersama Ramses II mengembalikan kepercayaan rakyat kepada trahnya sebagai ratu nomor satu.

Inner beauty Nefertari : brain, behavior, and beauty telah membawa Nefertari menjadi istri dan kekasih Ramses II untuk selamanya. 

Stt, konon, patung dan makam mereka berdampingan. So lovely

Dari buku "Nefertari Sang Ratu Heretik" karya Michele Moran


Minggu, 28 Mei 2017

Tidak kopi tidak jua teh
Yang sempat kuseruput biar otak memanipulasi mata untuk senantiasa terjaga 
Ah, adakah yang membuat kantuk enggan menyapa ?

Rabu, 12 Agustus 2015

"Ah, bahasa Indonesia kan gampang" kalimat bernada meremehkan itu terdengar dari sesama peserta saat saya presentasi. Biarlah anjing menggonggong kafilah berlalu^^ Toh, sesuatu menjadi besar karena diremehkan :D

Yup. Bahasa Indonesia berpotensi menjadi besar karena berpotensi menjadi bahasa internasional.

Rabu, 06 November 2013

Dua Gambar Bercerita

Kembali membuka folder gambar yang kutitipkan pada " Si Hitam Manis " berlayar 12 inci. Aku menemukan dua gambar ini. Ingatan langsung kembali ke beberapa tahun lalu. Tahun saat aku mengajar di sebuah sekolah swasta Katholik. Hanya dua gambar tersisa tapi punya cerita. Lihatlah seorang perempuan berambut sebahu berjaket putih. Itu aku, Ibu Dewi, bersama anak-anak gadisnya :) Kami berpotongan rambut sama karena kami memang janjian potong rambut. Anak-anak gadisku belum lama menjadi petugas Paskibra Unit SMK di sekolah kami saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Maka potongan rambut harus sama semua. Sebagai ibu yang sok gaul, aku juga ikut potong rambut hehehe. Sekilas, tidak ada beda antara ibu dan anak-anaknya. Tapi ,,, heiiii ,,,,
wajahku tentu jauh lebih mature kan ???? hahaha secara gitu lohhh ,,,
aku ibunya anak-anak. Kami berfoto di Lembah Karmel di daerah Puncak. Kami ke sana dalam rangka berdoa. Aku yang muslim mengantar anak-anakku. Tempatnya memang cocok untuk berdoa : tenang dengan udara sejuk khas pegunungan. Ternyata di sana tersedia sebuah musholla kecil untuk para tamu muslim yang berkunjung. Aku melaksanakan sholat di tempat mungil itu, menunggu anak-anak selesai ibadah. Ahhh, kenangan sederhana yang manis ,,, jadi ingat kembali si kembar Hendra dan Hendri yang kompakan mabuk dalam perjalanan ke Lembah Karmel :) Dasar kembar identik :D

Rabu, 11 September 2013

Kurikulum 2013

Bagi saya yang baru punya pengalaman menjadi guru selama 7 tahun, Kurikulum 2013 sebenarnya tak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya dalam hal pembelajaran di kelas. toh, selama di kelas saya siswa  aktif mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan hasil kerja. Saya bukan tipe guru yang hobi menerangkan di muka kelas ;D saya lebih suka anak mencari tahu sendiri. Bisa konfirmasi ke anak-anak saya di sekolah terdahulu.  Jadi sebenarnya guru tak perlu terkejut dan takut dengan 'baju' Kurikulum 2013. Menurut saya yang berbeda hanya format tampilan RPP, penilaian, dan hehehe urutan materi dalam buku teks yang tak sesuai dengan silabus. Aneh memang, buku teks dan silabus kan produk pemerintah yaa tapi koq bisa gak sesuai gitu siiii ^.^ Jadi butuh waktu sa'unthoro untuk menyelaraskan buku teks dengan silabus. Saya pribadi memilih mengikuti urutan dalam buku teks karena menurut saya pelajaran yang disajikan dalam buku teks beranjak dari pelajaran yang mudah sampai sukar :) dari yang sudah dikenal anak sampai yang baru. Di SMA misalnya, dari membuat teks laporan sampai anekdot.

Tapiiiii ,,, buku teks itu ternyata penuh JEBAKAN BETMEN, Sodara-sodara !!!! (lebay.com) tiap kali baca teks berarti tiap kali juga menemukan materi baru dalam istilah baru (bagi anak) misalnya pelajaran pertama, ada istilah-istilah peryataan umum dan aspek yang dilaporkan; kalimat simpleks dan kalimat kompleks; dan partisipan dalam teks, x_x tepok jidat Tantangan bagi guru adalah menghubungkan istilah-istilah tersebut dengan istilah-istilah yang dikenal sebelumnya oleh si anak. Seru sii buat saya hehehe. Kan, saya jadi belajar mencari bahasa ilmiah yang sederhana untuk mereka (memang ilmiah itu sederhana yaa ;D hahahah)

Tapi secara umum sih nikmati saja kurikulum baru ini :) BELAJAR MANDIRI saja kalau belum ikut pelatihan Kurikulum 2013 ^^ seperti saya hahahaha (Jakarta, 12092013 @11.24)

Jumat, 16 Desember 2011

Penipuan di Pusat Perbelanjaan

Weeww, judulnya serius dikit ah. Cuma mau berbagi saja sih. Sebenarnya gw gak sampai jadi korban penipuan tapi malah sebaliknya, mereka yang mencoba menipu yang gw kerjain. Hehehe. Modusnya adalah mengiming-imingi pembeli yang baru berlalu dari kasir dengan aneka produk cuma-cuma. Ibu dan tante gw pernah ditawari tapi mereka menolak jadi mereka gak terlalu ngeh modusnya. Nah, gw belom pernah tuh maka begitu suatu kali gw ditawari, gw ikuti saja dengan pura-pura lugu dari desa, gak punya hape, gak tauk alamat rumah yang didatangi, dan sedikit bicara (kalo ngomong bisa ketauan). Rata-rata model penipuannya kayak di bawah ini , baca aja ya buat jaga-jaga (emang satpam).
1. Mereka mencegat sembarang orang terutama yang baru keluar dari kasir.
2. Mereka mengatakan bahwa kita adalah orang yang beruntung terpilih mendapat hadiah cuma-cuma alias gratis dari produsen barang-barang asal Cina (biasanya) dan mengajak kita ke kantor mereka (biasanya tempatnya terpencil dan sepi tapi penuh display barang yang ditawarkan)
3. Mereka meminta identitas kita : nama, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi)
4. Mereka memberikan sebuah folder yang berisi gambar barang sambil berkata bahwa barang-barang tersebut hanya ada ketika pameran yang akan diadakan beberapa waktu mendatang. Sementara barang yang ada di display hanya contoh saja.
5. Mereka menggiring kita pada satu produk barang, seringnya paling mahal, sehingga otak kita fokus pada barang tersebut.
6. Mereka meminta kita memilih sebuah kupon undian yang hadiahnya beraneka sambil mengatakan tidak semua orang yang terpilih beruntung mendapat hadiah langsung.
7. Mereka menjelaskan isi undian itu, diawali dengan kata-kata selamat dan anda beruntung sekali berhak atas barang-barang yang tercantum di undian sambil menyerahkan barang-barang kepada kita. Kita dibuat senang hati karena mendapat barang gratisan yang harganya lumayan mahal kalau kita beli.
8. Mereka selanjutnya membacakan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk pemilikan barang-barang itu. Biasanya sih, barang hanya bisa diambil ketika pameran dan agar kita mudah mengambilnya, kita diminta menyelesaikan administrasi pendaftaran dengan menyebutkan sejumlah angka. Di sinilah inti penipuan itu. Bila kita terbuai dengan keinginan memiliki sejumlah barang gratisan tentu kita akan menyerahkan uang kepada mereka. Toh, tidak seberapa dibandingkan harga barang yang akan kita miliki, pikir kita. Segeralah sadar, kita sudah terjebak. Mana ada gratisan tapi bayar ? Itu sama saja tidak gratis, bukan ?

Hehehe, itulah pengalaman yang bisa gw ceritain ketika mengalaminya sendiri pada Selasa, 6 Desember 2011 lalu di Pulogadung Trade Center. Rasa penasaran gw akhirnya terjawab. Rupanya modus operandi mereka kayak gitu. Mereka pintar ngomong dan baik loh. Tapi mereka langsung bete begitu gw jawab gw bawa uang 4000 ribu perak buat ongkos doang. Dengan jutek mereka bilang ke gw , " ke mal koq gak bawa duit, di rumah aja mbak kalo gitu!" Dan mereka langsung minta gw tanda tangan pembatalan hadiah. Gw tanda tangan trus gw keluar dari kantor mereka sambil nahan ketawa. Pas di luar, gw ketawa ngakak sambil tutup mulut. Emang enak gw kerjain selama lebih kurang setengah jam. Gw ngelewatin seseorang yang sempat menghampiri gw di kantor mereka. Kayaknya curiga sama gw (mungkin bosnya) karena penampilan gw gak kayak orang dari desa (gw pake jaket spalding, jam tangan baby-g, sandal jepit converse, tas batik yang banyak gantungan kunci luar negeri). Hehehe ,,, sukurin ,,, :)

Rabu, 14 Desember 2011

Pos ,,, pos ,,, saya langsung terima sampul gambar Danau Toba itu dengan ucapan terima kasih kepada pak pos yang baik hati mengantarkan surat itu kepada saya. Saya masuk kamar lalu membukanya dan membacanya.

Part 2
Hehehe seperti janji gw tempo hari ,, gw bikin seri ,, tapi gw koq malas ya ,, kayaknya ceritanya bakalan itu2 aja hehehe. Yup, apalagi kalo bukan setori si nyonya besar. Gw emang udah resign dari tempat itu tapi info tentang dia mah ada terus. Hehehe namanya juga yang jadi korban masih ada. Well, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga atau bau bangkai lama-kelamaan akan tercium juga ya yang pas buat kondisi dia sekarang ? #sambilmikir . Sekarang, temen2 udah tauk kalo slama ini dy gak beres urus keuangan ,, bukan itu aja, temen2 juga jadi tauk kalo slama ini dia bekerja dengan tujuan uang ,, gak dari hati ,,,. Awalnya karena bos merasa ada yang gak beres sama laporan keuangan dia. Trus begitu ada waktu, bos koreksi tuh laporan. Trus, bos minta bantuan orang akuntansi buat audit laporan keuangan dia. Proses selanjutnya gw gak usah cerita yaaa yang penting dia sudah menuai apa yang dia tabur selama ini. Hehehe, untung juga gw udah gak di sana karena kata temen2 gw suasana kerja di sana udah gak asik lagi. Hmm, pelajaran buat gw supaya menerima amanat dengan baik ,,, kepercayaan mahal ya cyiinn ,,, hehehe ,,, buat lo juga tuh :). Ywd, gw udah males lanjutin setori yang gitu2 aja ,,, yang penting, waktu sudah membuktikan ,,, semoga dia insaf yak ,,,

Senin, 24 Oktober 2011

Don't judge a book by its cover VS Kesan pertama menentukan

Don't judge a book by its cover
Hmm ,, jangan menilai sesuatu dari tampak luarnya. Emang bener sih. Hehehe. Ini berdasarkan pengalaman saya pribadi saja loh, nggak bisa digeneralisasikan. Yaa, kalo pun ada kesamaan itu berarti kebetulan semata. Hehehe. Saya ini termasuk orang yang sebenarnya lebih senang sendiri tapi saya punya banyak teman dan sahabat. Tiap jenjang hidup saya, ada 'genk'nya. Hehehe. Saya juga senang ikut gabung organisasi atau kelompok tertentu dengan harapan saya dapat sesuatu yang baru darinya. Dan benar sih. Dari beberapa kelompok itu saya dapat 'something new' yang malah bikin saya keluar dari kelompok karena ternyata saya sama sekali gak sreg. Hehehe. Dulu saya pernah ikut ekskul keagamaan. Saya pikir saya bisa tambah paham agama karena bersama teman-teman yang pakaiannya rapat tertutup (perempuan) dan berjenggot (lelaki) itu saya bisa belajar agama bersama. Eh, ternyata ,, cuma sedikit banget yang benar-benar menerima saya yang cuex abis ini. Yang lain? gak tuh. Akhirnya saya gak rajin-rajin lagi ikut ekskul itu. Sakit hati karena didiskriminasi. Trus, di era fb-an ini juga saya syok lagi. Ceritanya, seorang teman cowok -ehm, sumpah, saya cinta dia- men-suggest saya ikutan grup yang kesannya agamis banget. Saya bergabung dengan grup itu. So, tiap ada yang updates status tentu saya bisa tahu. Saya terkejut. Ternyata ,, baik pria maupun wanita (terutama) gak malu-malu mengungkapkan keinginan untuk mendapatkan pasangan alias keinginan menikah lewat status mereka. Padahal, saya saja malu menyatakan itu di forum meskipun forum santai harusnya mereka juga lebih punya malu yaa. Saya juga membaca komentar-komentar mereka yang buat saya "enggak banget". Komentar-komentar itu saya rasakan terlalu menghakimi seseorang sehingga seolah merekalah yang paling benar. Buat saya yang ilmu agamanya sangat dangkal, mereka itu justru membuat orang jadi jauh dari agama. Yang gak ngerti bisa makin gak ngerti karena apa-apa langsung disalahkan, dibilang dosa. Padahal urusan dosa dan gak dosa itu kan urusan Gusti Allah yaa ??? Katanya mereka paham agama, tapi koq malah tidak menunjukkan ciri agama itu sendiri -yang rahmatan lil alain, yang rahman dan rahim. Setelah satu kali saya berkomentar, saya remove dari grup itu. Saya malu menjadi bagian dari grup yang isinya orang-orang yang tak bisa mencerminkan agama mereka meskipun hanya lewat kata-kata. Memang benar sekali, kita gak boleh menilai seseorang dari tampak luarnya saja. Yang alim, yang pinter, yang aktivis ternyata masih bisa ngecengin orang atau ngomongin orang tanpa merasa bersalah. Hmmmm ....

Kesan pertama menentukan
Yang ini sih iklan sebuah pengharum badan khusus pria. Hehehe. Tapi faktanya, dalam beberapa hal ini ngaruh juga. Profesi saya sebagai guru, misalnya, membutuhkan sebuah penampilan yang menjelaskan bahwa saya ini guru sebelum orang lain melihat saya beraktivitas sebagai guru. Alhasil, saya harus pakai setelan blazer dan rambut panjang saya harus dicepol yang membuat saya terlihat bagai ibu-ibu beranak lima. Hehehe. Sukses sih , banyak orang yang memanggil saya "ibu" dan percaya kalau saya 'guru' tapi guru sd. Lhoooo ,, padahal saya ini guru smk. Jadi guru sd itu susah sekali makanya saya nggak mau jadi guru sd. Tapi, jujur saja, saya gak sreg sama tampilan itu. Saya justru mau mengubah pandangan orang kalau guru itu bisa tampil keren kayak esmud-esmud di pusat kota itu alias modis. Hehhehe. Tambahan lagi, saya malah diprotes sama anak-anak didik saya terutama anak-anak perwalian saya. Mereka lebih suka style saya yang rapi ala orang kantoran. Hehehe. Toh, dengan tampilan gaya kantoran itu sudah berhasil membuat saya diterima oleh kabag pendidikan tempat saya mengajar. Kesan pertama memang menetukan tapi selanjutnya kan terserah anda. Kesan pertama memang penting untuk menarik perhatian orang tapi kesan selanjutnya yang lebih penting. Hehehe.

Ujung-ujungnya ,, saya lebih suka pada peribahasa "Don't judge a book by its cover" tinimbang peribahasa iklan "Kesan pertama menentukan". Sebab, tampilan luar yang berkesan saat pertamna kali kita lihat tidak selalu menggambarkan isinya. Hehehe. Yang tidak setuju dengan saya yaaa nggak apa-apa. Bagus kan ??? Kalau kita punya pendapat yang berbeda ??? Yang penting saling menghargai. Beragam tapi indah seperti Gusti Allah menciptakan pelangi.

Sabtu, 08 Oktober 2011

GURU

Pernah merasa susah hati karena profesi kita dipertanyakan dan dilecehkan ? Saya pernah merasakan itu beberapa waktu lalu dan sekarang. Hehehe , semua bermula dari status saya di Facebook.

GURU digugu dan ditiru
Beberapa waktu lalu saya berbagi video klip ost. Baywatch (itu loh, serial televisi tentang penjaga pantai di Amerika) di Facebook. Saya berpikir positif saja bahwa video itu dibuat sesuai dengan kebudayaan sana. Jadi yaa, gambar aktris Pamela Anderson yang seksi berbikini saya anggap wajar. Ehh, tak lama muncul komentar dari seorang teman guru. Dia minta saya buang video itu dengan alasan tidak pantas. Lantas saya tanggapi sambil bercanda apa yang membuat video itu tidak pantas. Dia bilang, porno. Saya balas lagi, bukankah itu kontekstual, berbikini di pantai, di Amerika pula. Dia tidak jawab lagi. Tapi segera dia update status dengan bahasa kurang lebih seperti ini "teman-teman,mohon dihapus saja video baywatchnya. Kita ini guru, digugu dan ditiru" yang tentu saja tertera di beranda Facebook saya. HUH, jujur saya sangat kecewa dengan dia. Bukan pada teguran langsungnya (berarti dia begitu terhadap muridnya, Alhamdulillah, saya nyaris tidak pernah menegur anak-anak saya seperti itu, karena bisa saja anak malu) melainkan pada kata-kata, kita ini guru, digugu dan ditiru. Saya berbagi video itu karena saya pikir ya amat wajar berbikini di pantai, mau di Amerika, mau di Indonesia. )Ang tidak wajar itu kalau berbikini di rumah makan atau di rumah sakit. Kalaupun berbikini di pantai itu tidak sesuai dengan norma budaya Indonesia ya jangan dihujat jangan diikuti. Ini pelajaran yang ingin saya sampaikan ke anak-anak saya. Bagaimana mungkin saya menerangkan sesuatu tanpa contoh kasus. Saya bernegatif thingking kepada dia, jangan-jangan saya ini dianggap tidak profesional, tidak pantas digugu dan ditiru, tidak layak menjadi GURU. Hmm, tahu apa dia tentang saya dan profesi saya ?

GURU is so relaxing yach ?
Kalimat di atas adalah kutipan kalimat dari seorang teman yang mengomentari status saya hari ini. Saya menulis status ketidaksetujuan saya terhadap rencana penambahan jam mengajar guru PNS dari 24 jam/minggu menjadi 27,5 jam/minggu meskipun saya kadang cemburu dengan guru PNS terutama di DKI Jakarta. Nah, teman saya ini, mengatakan bahwa jumlah 27,5 jam/minggu itu masih di bawah rata-rata orang kerja kantor yaitu 50 jam/minggu. Lalu kalimat terakhirnya ya subjudul saya tadi. Tentu saja, saya sebal sekali. Enak betul dia mengatakan demikian. Naif. Dia tidak tahu bahwa kami bekerja mulai dari rumah sampai rumah lagi. Dia tidak tahu bahwa kami tidak sekedar mengajar , tetapi juga mendidik. Dia tidak tahu bahwa pekerjaan kami tidak sekedar pekerjaan administratif, tetapi juga pekerjaan psikologis. Maka sebenarnya, 24 jam/minggu itu hanyalah teori karena pada praktiknya lebih dari itu. Yang kami layani adalah mahluk hidup dengan beragam karakter sehingga tak pernah cukup 24 jam bagi anak-anak yang dipercayakan kepada kami. Bila ada tugas tambahan, makin beratlah beban kami. Apalagi nasib rekan-rekan kami di daerah dan pedalaman. Beban administratif, medan yang berat, tunjangan yang tak seberapa dan sering tertunda atau tak dapat sama sekali adalah santapan mereka sehari-hari. Kalau bukan karena panggilan, tak akan kami menjadi guru. Setiap keberhasilan, nama kami nyaris tak disebut, setiap ada kegagalan, nama kami disebut paling awal. Well, masihkah GURU is so relaxing yach ?

Selasa, 23 Agustus 2011

Jejaring Sosial oohhh Jejaring Sosial

FB-an,twitter-an,YM-an,BBM-an, dan jejaring sosial-an yang lain bener2 gak terpisahkan lagi dari hidup manusia modern (katanya). Dari melek mata sampai mau merem mata, gak lepas hp atau bb dari tangan. Yang menggunakan pc juga online terus. Entah buat sekedar buat baca2 status orang atau niat buat update status biar dibilang eksis (kata lagunya Saykoji). Yang di-update pun beragam. Bisa menu makan,posisi,pasang foto,atau siar isi hati. Siar isi hati juga bermacam2 gaya : numpang lewat,kata bijak,dan marah2.Belum lagi jualan, well, Udah kayak itc hehehehe. SALAH ?
Gak ada yang salah sama jejaring sosial.Yang salah adalah kalo qt gak bisa memanfaatkan jejaring sosial tersebut dengan bijaksana. Hehehe, curhat masalah rumah tangga atau saling sindir jelas enggak banget. Jejaring sosial kan diciptakan buat memudahkan komunikasi tanpa batas ruang dan waktu. Lha, kalo rahasia dan marah bukan bentuk komunikasi yang baik kan ??? Yang BENER bagaimana ?
Yang asik nih ,, jejaring sosial bisa menjadi alat menghimpun kekuatan masyarakat. People power bahasa Inggrisnya. Banyak hal yang dihasilkan lewat jejaring sosial seperti gerakan penggalangan dana atau pendukung sesuatu yang positif.
JADI kesimpulannya apa ? Bikin sendiri saja. Udah malas nulis lagi. Karena nulisnya pake keyboard hp hehehehe :)

Sabtu, 20 Agustus 2011

Hari masih pagi waktu saya santai. Tiba2 ada suara "pos..pos" dari luar rumah. Saya buru2 keluar. Tumben tanggal segini ada surat, pikir saya. Ehh, ternyata surat ini berasal dari Ek, sohib saya. Jaellaahh Ek, genit banget pake surat2an gini. Gak sabar saya buka sampul bergambar Candi Borobudur itu.
Part 1
Assalamualaikum sobat ,,, hehehe, kaget yak terima surat ney ,, sukur ,, sengaja pake surat biar romantis ,,, kayak zaman qt muda dulu ,,, :) cerita gw dikit dulu yuaa ,, gw cuma mw kasih tau klo gw udah keluar dari kantor gw ,,, horeeee ,, lega banget rasanya gak lihat lagi 'kebohongan2' dari nyonya yang satu itu ,,, gimanapun yang namanya orang gak jujur ada di mana2 ,,, gw tau itu ,,, tapi klo di ranah pendidikan ,,, ooo , tidak bisa ,,, hehehe #sulemodeon ,,, gitu aja sayyy ,,, ntar sambung lagi ,,,
Wassalamualaikum
NB : tunggu kabar berikutnya yak ,,, gw mw bikin surat versi sinetron Indonesia ,,, hahaha
Saya nyengir baca surat Ek. Dasarrr . Tapi tunggu juga deh lanjutannya ,,,

Rabu, 07 April 2010

Udah lama ya gak denger curhatnya Ek, sahabat saya. Hehehe... semoga dia telah 'berdamai' dengan si teman sejawat . Ehh, panjang umur juga nih anak. Wajahnya tampak asik nih buat ditanya tentang si teman. Kayaknya udah gak ada keluh kesah tentang si ibu yang satu itu. Dia tersenyum. Udah baek-an ya? Dia nyengir bandel sambil menjawab " gw jarang di kantor kalo ada dia... hehehe... gw kabur aja ke lab atau ke perpustakaan... gak bagus sih tapi mendinganlah daripada gw bete truz jadi malazzzz... menghindarkan konfrontasi... hehehe... ummmmhhh... yang pasti sih, gw tetep mw cabut dari skul gw dalam waktu dekat ini... bagaimanapun, apa yang dia kerjakan nyaris selalu bertentangan dengan hati dan otak gw.... " Jiahhhhh... kirain udah amannnnnnnnnnn.... saya menggoda dia yang dibalasnya dengan cengiran. Dasar!!! tapi mungkin bener juga ya, lebih baik menghindar daripada ketemu tapi bete.

Rabu, 03 Maret 2010

Sttttt.... Ketemu lagi sama si sahabat, Ek, yang sekarang mau curhat lagi. Kali ini gak tau deh hal apalagi. Hehehe.... Saya menyapanya. Dia membalas dengan cengiran ogah-ogahan. "Gak ikhlas nih senyuman kamu ," Dia kembali nyegir. "Peribahasa 'kuman di seberang lautan tampak, gajah di depan mata tak tampak' lagi gw alamin." Saya menaikkan alis. Dia mulai cerita -seperti biasa,panjang kalli lebar- "Loe tauk khan kalo gw sering berhubungan dengan pejabat penting? dan loe tauk juga kan kalo gw gak pernah dikomplain sama mereka karena gw gak sopan???" Saya mengangguk. " Itulah, si dosen copypaste tadi marahin gw dan bilang kalo gw gak tauk sopan santun, gak tauk etika perusahaan, bikin jelek almamater," Saya menanyakan alasan kenapa itu terjadi. "Biasalahhhh... gw kan dapet tugas membimbing anak mulai dari PKL sampai penyusunan laporan PKL. Nah, kemarin itu, gw sms-in pembimbing dari perusahaan buat janji telepon trus ketemuan. Ehhh, tuh nyampe ke kuping dia. Kebetulan banget anak2 gw cuma magang 2 bulan di perusahaan itu. Dia hubung-hubungin deh. Dan bilang ke semua orang kalo itu gara-gara gw. Huh. Padahal sama sekali gak begitu. Gw dateng ke perusahaan, ketemu ma pembimbing anak. Gw minta maaf kalo sikap dan tindakan gw tidak sesuai dan tidak menghormati perusahaan. Gw juga klarifikasi . Apa coba??? semua yang dia bilang ke gw tuh bohong!!! Pihak perusahaan emang gak perpanjang kontrak karena emang sesuai dengan surat yang diajukan sekolah. Tuh pembimbing juga sama sekali gak berkeberatan ma sms gw yang ada malah dia kaget waktu gw dateng ke sana. Hooo.... itu kan udah mencemarkan nama baik gw. Sialan banget gak sih.... Dia gak tauk gimana cara ngejatohin gw di depan kepsek." Hehehe.... Emang susah ya kalau di tempat kita bekerja bertemu dengan orang yang seperti teman sahabat saya itu. Kita harus bagaimana dong??????

Selasa, 26 Januari 2010

Ketemu lagi... Ek, sahabat saya datang dengan wajah cemberut. Huekkkkkk.... sebel gw. Dosen apa-an tuh... gak punya nalar, alur pikir gak jelas, penyesatan .... dasar dosen copypaste... sampe ke anak juga diajarin kayak gitu.... sebel gw !!!! Hehehe... saya hanya kembali nyengir denger curhatnya tentang si ibu rekan kerjanya di sekolah. " Apalagi sih, Buuuuuu????? " Dia manyun lucu. Ckckck... gila ya, Cho. Tuh orang masih aja dipercaya di sekolah ini. Penyebar virus kebodohan masih aja dipelihara. Weleh-weleh... sahabat saya yang satu ini emang kalo lagi sebal kayak gitu. Kata-kata polosnya bisa keluar dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam. Wkwkwk. " Sembarang aja. Hati-hati ah kalo ngomong!!! " Jahhhelahhh... kalo kamu yang satu instansi sama dia, pasti kamu juga bakal kayak gw. Kesel setengah idup. Huh. Saya mengerling menggodanya. Asal kamu tauk juga, dia suka banget pake fasilitas sekolah. Jadi tiap gw atau teman guru lainnya mw pake komputer atau printer sekolah selalu kebagian sialnya. Ngadat atau tinta habis atau kertas habis... Udah biasa banget deh!!! Guru cari muka. Dia yang salah tapi selalu tampak bener di hadapan kepsek. Padahal bukti-bukti dari anak udah banyak, eh, yaaaa... dasar mujurrrrrr......

Kamis, 11 Juni 2009

JUJUR Kacang Ijo

EK, seorang sahabat saya yang berprofesi sebagai seorang guru curhat pada saya tentang koleganya di sekolah tempatnya mengajar. Dia cerita kalau temannya yang -menurut EK- yang tidak jujur terhadap dirinya sendiri dicalonkan menjadi kepala sekolah. Saya hanya cengar-cengir mendengar ceritanya yang disampaikan dengan semangat '45. Saya tanyakan padanya apa yang membuat ia pede menyebutkan kalau si teman tidak bisa jujur teradap dirinya sendiri. Dengan tetap semangat dia beberkan "dosa-dosa" si teman. " Coba aja, Cho (dia memanggil saya Icho). Apa pantes kalo guru bocorin soal-soal ujian sekolah? biar nilai anak2 bagus trus dia dibilang berhasil mengajar? Trus, dia sering ninggalin kelas kalo pas dia ngajar dengan alasan ada tamu padahal enggak atau panggilin anak yang dianggap punya masalah ke kantor. Trus, dia pernah pinjam kumpulan materi dan soal pelajaran yang dia ajar di skul lain sama temen gw. Dan lo tau apa yang terjadi? dia mengkopinya, menjilidnya, dan mengganti atau menambahkan cover yang ditulisnya disusun oleh ... (dia menyebut nama si teman dengan gaya nyinyir dan saya kembali nyengir melihatnya). Itu kan karya cipta hasil pemikiran orang yang dia akui sebagai karyanya. GAK JUJUR. Belom lagi kebohongan publiknya... wuahh, gw merinding tau dengernya ..." EK mengambil nafas. Saya pun penasaran dan memberi umpan , kalau dia sampai mengatakan kebohongan publik berarti memang si teman bohong, Tau ga? dia bilang kalo dia tinggal di Apartemen X sedangkan keluarganya tinggal di Perumahan Y yang mewah itu.. ternyata seorang temen gw, mantan guru di skul gw, satu kantor dengan seorang tetangganya dan menyatakan kalo dia selama ini ngotrak di rumah dan udah diusir sama yang punya rumah karna rumah itu mau direnovasi. PffYuhh ... Cho, apa gunanya dia bohong kaya gitu? (saya mengangkat bahu). Trus, Cho ... dia itu koruptor..." Saya mendelik, saya mengingatkan EK, tidak baik suudzon pada orang lain. Sekarang kalau mau mengeluarkan opini pribadi harus hati2 , salah2 terkena pasal penghinaan. Dia meleletkan lidahnya. "Dia pernah 'makan' uang anak. Gw tau karena anak2 cerita ma gw. Sayangnya ga pernah ada bukti." Suaranya melemah. Kesel tapi tak berdaya. "Dia pinter ngoceh padahal kata2nya ga bernas!!! Dan karenanya kepsek pro banget ma dia. Ah, gw ga mau jadi anak buahnya. Gw mau kluar aja. Minta dimutasi ke skul laen aja." Saya bertanya kenapa. Dengan mengedipkan sebelah matanya dia menjawab "Gw kan jauh lebih pinter daripada dia.He3" Sombong ya? Tapi dalam hati saya mengakui itu. Kecerdasannya merata pada semua aspek. Meskipun gaya bicaranya kadang emosional, kata2nya mengalir logis. "Intinya, Cho. Teman gw ga jujur. Dan lo tau kan kalo orang ga jujur memegang sebuah jabatan? Yang dicari bukan keberasilan dan kebaikan bersama melainkan fasilitas jabatan. untuk kepentingan pribadi Kalo dia jadi kepsek gw, mw dibawa kemana anak2 gw? Diajarin ga jujur. Padahal kejujuran itu penting banget kan untuk pekerjaan apapun apalagi guru. Iya kan?" Saya tidak dapat menjawabnya tapi saya merasa pernyataan dia benar. Kalau jujur pada diri sendiri saja tidak bisa bagaimana terhadap orang lain ya? Saya membalasnya " Iya, jujur kan baik untuk kesehatan apalagi jujur kacang ijo, banyak vitamin" He3. Dia nyengir. " Iya, enak lagi."

Kamis, 27 November 2008

gW baru tw

gw baru tw kalo ternyata manusia tuh punya sifat dasar yang emang gak bisa ilang. Dan menurut g

Senin, 06 Oktober 2008

mudik

mudik.. mudik.. mudik...
Ini budaya Indonesia yang pasti gak bakal gw lupain kalo oneday gw keluar dari bumi nusantara tercinta. Hehehe... gimana enggak... setiap tahun pas Lebaran (hampir pasti) semua orang disibukkin sama kegiatan hilir mudiknya orang kota ke desa dan sebaliknya. Pemerintah dan aparat keamanan plus transportasi ikutan (sok) sibuk memberi pelayanan yang terbaik buat para pemudik termasuk gw hehehe ^^ padahal kalo diurut-urut emang tugas mereka ya... ^^.
Udah empat tahun terakhir gw jadi pemudik karena kebetulan NYOKAP dimakamkan di sana di Purworejo. Ga afdol rasanya kalo Lebaran ga nengok rumah baru NYOKAP di udik sana. Kalo gw rasa, tahun ini sarana dan prasarana jalur mudik udah lebih baik daripada tahun lalu. SPBU ada dalam radius yang cukup dekat, jalan agak mulus... hehehe (meski pas balik lakher roda depan gw patah kena 'jeglongan' di daerah Cirebon), terjebak macet pas di tol Cikampek aja... (jalan tol ga macet mah bukan Indonesia ya)... hehehe. Btw, lumayan lah...