Bagi saya yang baru punya pengalaman menjadi guru selama 7 tahun, Kurikulum 2013 sebenarnya tak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya dalam hal pembelajaran di kelas. toh, selama di kelas saya siswa aktif mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan hasil kerja. Saya bukan tipe guru yang hobi menerangkan di muka kelas ;D saya lebih suka anak mencari tahu sendiri. Bisa konfirmasi ke anak-anak saya di sekolah terdahulu. Jadi sebenarnya guru tak perlu terkejut dan takut dengan 'baju' Kurikulum 2013. Menurut saya yang berbeda hanya format tampilan RPP, penilaian, dan hehehe urutan materi dalam buku teks yang tak sesuai dengan silabus. Aneh memang, buku teks dan silabus kan produk pemerintah yaa tapi koq bisa gak sesuai gitu siiii ^.^ Jadi butuh waktu sa'unthoro untuk menyelaraskan buku teks dengan silabus. Saya pribadi memilih mengikuti urutan dalam buku teks karena menurut saya pelajaran yang disajikan dalam buku teks beranjak dari pelajaran yang mudah sampai sukar :) dari yang sudah dikenal anak sampai yang baru. Di SMA misalnya, dari membuat teks laporan sampai anekdot.
Tapiiiii ,,, buku teks itu ternyata penuh JEBAKAN BETMEN, Sodara-sodara !!!! (lebay.com) tiap kali baca teks berarti tiap kali juga menemukan materi baru dalam istilah baru (bagi anak) misalnya pelajaran pertama, ada istilah-istilah peryataan umum dan aspek yang dilaporkan; kalimat simpleks dan kalimat kompleks; dan partisipan dalam teks, x_x tepok jidat Tantangan bagi guru adalah menghubungkan istilah-istilah tersebut dengan istilah-istilah yang dikenal sebelumnya oleh si anak. Seru sii buat saya hehehe. Kan, saya jadi belajar mencari bahasa ilmiah yang sederhana untuk mereka (memang ilmiah itu sederhana yaa ;D hahahah)
Tapi secara umum sih nikmati saja kurikulum baru ini :) BELAJAR MANDIRI saja kalau belum ikut pelatihan Kurikulum 2013 ^^ seperti saya hahahaha (Jakarta, 12092013 @11.24)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar