Senin, 24 Oktober 2011

Don't judge a book by its cover VS Kesan pertama menentukan

Don't judge a book by its cover
Hmm ,, jangan menilai sesuatu dari tampak luarnya. Emang bener sih. Hehehe. Ini berdasarkan pengalaman saya pribadi saja loh, nggak bisa digeneralisasikan. Yaa, kalo pun ada kesamaan itu berarti kebetulan semata. Hehehe. Saya ini termasuk orang yang sebenarnya lebih senang sendiri tapi saya punya banyak teman dan sahabat. Tiap jenjang hidup saya, ada 'genk'nya. Hehehe. Saya juga senang ikut gabung organisasi atau kelompok tertentu dengan harapan saya dapat sesuatu yang baru darinya. Dan benar sih. Dari beberapa kelompok itu saya dapat 'something new' yang malah bikin saya keluar dari kelompok karena ternyata saya sama sekali gak sreg. Hehehe. Dulu saya pernah ikut ekskul keagamaan. Saya pikir saya bisa tambah paham agama karena bersama teman-teman yang pakaiannya rapat tertutup (perempuan) dan berjenggot (lelaki) itu saya bisa belajar agama bersama. Eh, ternyata ,, cuma sedikit banget yang benar-benar menerima saya yang cuex abis ini. Yang lain? gak tuh. Akhirnya saya gak rajin-rajin lagi ikut ekskul itu. Sakit hati karena didiskriminasi. Trus, di era fb-an ini juga saya syok lagi. Ceritanya, seorang teman cowok -ehm, sumpah, saya cinta dia- men-suggest saya ikutan grup yang kesannya agamis banget. Saya bergabung dengan grup itu. So, tiap ada yang updates status tentu saya bisa tahu. Saya terkejut. Ternyata ,, baik pria maupun wanita (terutama) gak malu-malu mengungkapkan keinginan untuk mendapatkan pasangan alias keinginan menikah lewat status mereka. Padahal, saya saja malu menyatakan itu di forum meskipun forum santai harusnya mereka juga lebih punya malu yaa. Saya juga membaca komentar-komentar mereka yang buat saya "enggak banget". Komentar-komentar itu saya rasakan terlalu menghakimi seseorang sehingga seolah merekalah yang paling benar. Buat saya yang ilmu agamanya sangat dangkal, mereka itu justru membuat orang jadi jauh dari agama. Yang gak ngerti bisa makin gak ngerti karena apa-apa langsung disalahkan, dibilang dosa. Padahal urusan dosa dan gak dosa itu kan urusan Gusti Allah yaa ??? Katanya mereka paham agama, tapi koq malah tidak menunjukkan ciri agama itu sendiri -yang rahmatan lil alain, yang rahman dan rahim. Setelah satu kali saya berkomentar, saya remove dari grup itu. Saya malu menjadi bagian dari grup yang isinya orang-orang yang tak bisa mencerminkan agama mereka meskipun hanya lewat kata-kata. Memang benar sekali, kita gak boleh menilai seseorang dari tampak luarnya saja. Yang alim, yang pinter, yang aktivis ternyata masih bisa ngecengin orang atau ngomongin orang tanpa merasa bersalah. Hmmmm ....

Kesan pertama menentukan
Yang ini sih iklan sebuah pengharum badan khusus pria. Hehehe. Tapi faktanya, dalam beberapa hal ini ngaruh juga. Profesi saya sebagai guru, misalnya, membutuhkan sebuah penampilan yang menjelaskan bahwa saya ini guru sebelum orang lain melihat saya beraktivitas sebagai guru. Alhasil, saya harus pakai setelan blazer dan rambut panjang saya harus dicepol yang membuat saya terlihat bagai ibu-ibu beranak lima. Hehehe. Sukses sih , banyak orang yang memanggil saya "ibu" dan percaya kalau saya 'guru' tapi guru sd. Lhoooo ,, padahal saya ini guru smk. Jadi guru sd itu susah sekali makanya saya nggak mau jadi guru sd. Tapi, jujur saja, saya gak sreg sama tampilan itu. Saya justru mau mengubah pandangan orang kalau guru itu bisa tampil keren kayak esmud-esmud di pusat kota itu alias modis. Hehhehe. Tambahan lagi, saya malah diprotes sama anak-anak didik saya terutama anak-anak perwalian saya. Mereka lebih suka style saya yang rapi ala orang kantoran. Hehehe. Toh, dengan tampilan gaya kantoran itu sudah berhasil membuat saya diterima oleh kabag pendidikan tempat saya mengajar. Kesan pertama memang menetukan tapi selanjutnya kan terserah anda. Kesan pertama memang penting untuk menarik perhatian orang tapi kesan selanjutnya yang lebih penting. Hehehe.

Ujung-ujungnya ,, saya lebih suka pada peribahasa "Don't judge a book by its cover" tinimbang peribahasa iklan "Kesan pertama menentukan". Sebab, tampilan luar yang berkesan saat pertamna kali kita lihat tidak selalu menggambarkan isinya. Hehehe. Yang tidak setuju dengan saya yaaa nggak apa-apa. Bagus kan ??? Kalau kita punya pendapat yang berbeda ??? Yang penting saling menghargai. Beragam tapi indah seperti Gusti Allah menciptakan pelangi.

Tidak ada komentar: