Rabu, 18 September 2019

Tentang Tuan dan Belah Rotan di Tangan


Secangkir kopi hitam nirgula
di bawah rembulan
Memberi sebuah pelajaran
Bahwa pahit adalah simbiosis mutualisme nan sempurna
Antara kerinduan
dan melupakan

Manone (were) in love

18092019


Tangis

Hangat di mata

Entah apa yang harus kusalahkan
Uap secangkir kopi di tangan
Ataukah
Senandung mendung di luaran
Keduanya sama-sama menyajikan kenangan

Ah, Tuan
Yang menyematkan belah rotan
Bayangmu masih menyibukkan pikiran

Sa(d)nite
September14th 2019


Lepas

Kutanggalkan yang selama ini
melingkar di jari
Meski telah setia menanti
Kau memilih tak kembali

Ya, sudahlah
Aku sudah pernah merasa
Pahitnya hati seperti apa

08092019
22.17

Saat Kondangan

Malam Minggu
Biarlah masing-masing cangkir kopi kita dengan hangatnya:
Kau dengan peluknya
Aku dengan air mata

08092019
00.13
Hai, senja!
Setahun lalu aku berdua
Menemanimu berubah jingga
Tapi kini berbeda
Aku sendiri saja
Dan di jari manis ini
Masih melekat bukti cintanya

06 September 2019
22.33 WIB

Selamat Ulang Tahun


Di kursi bersanding dengan sepi
Di meja terdiam secangkir puisi
Tentang kelahiran kopi dari tangan petani

Hangat uapnya tiba-tiba berujung di mata

29082019
03.00 WIB


Frekuensi

Dekat atau jauh dari mata
Dengan atau tanpa berita

Meski lewat dua belas purnama
Tak bersua
Tak mengopi bersama

Frekuensi hati kita tetap seirama

21082019
04.55 am

Sederhana

Rinduku sederhana
Seperti lidah yang candu
pada pahitnya kopi hitam tanpa gula

Kau tak perlu bertanya apa-apa
Sebab namamu
kupastikan selamanya ada

Syawal lewat
Iduladha lewat

12082019


Mendung Menetas

Puan,
Mendung di matamu menetas jua
Menjadi bulir-bulir di atas secangkir kopi hitam tanpa gula

Hilang pelangi seketika
Menjelang Adha
Kulihat
Ada kecewa

09082019
03.56


Terbenam

pada akhirnya,
Sabtu malam ini
akan seperti sebelumnya

Dan
cerita kita terbenam rapi
di dalam secangkir kopi

Menunggu waktu
Sampai semesta merestui

04082019
03.24 am

Insomnia Datang Lagi

Rindu ini tak punya nyali
Dia hanya berani
                               di sebaris puisi
                               di secangkir kopi
                               di malam ketika senyap lebih bertingkah  daripada bunyi

Dalam persembunyian
Dia hanya menyebut nama Tuan
                              di setiap lafalan
                              di setiap seruputan
                              di setiap tengadah tangan

Mendung di mata berguguran
Hati berharap cuma dengan Tuan,
Hamba disandingkan

21 Juli 2019
Syawal sudah lewat

Kenangan

Kopi ini masih berduet dengan kesepian
Bertandang ke meja di hadapanku yang sendirian

Lewat satu sesapan

Masih sahaja terasa di pahitnya
Romantisme ciuman Tuan

Lalu hangat ini berjatuhan
Seusai mengembun dalam kenangan

Sa(d)nite, July6th2019

Syawal sudah lewat


Janabijana


Di biru nisanmu
Kubuat ceruk tak kasat mata
Tempat menampung segala rindu
beserta air mata
Yang selalu luber seperti air susumu
Kehidupanku dua tahun pertama

Di tanah kelahiran dan kembalimu
Tak cukup waktu bersua
Tapi salam doaku selalu
Dan maaf yang senantiasa

Aku Belum Bisa Membahagiakanmu

21 Juni 2019
10.48 pm

#Purworejo, September 1956 - Januari 2004
#missyoumostafterALLAHandRasulullah
#momonthetop
#dengarlaguBunda-nyaMellyGoeslaw
#saatistirahat