Kita hanya perlu bersua
Memesan kopi sesuai selera
Seperti biasa
Kemudian duduk semeja
Berbagi cerita dengan atau tanpa suara
Di sela jarak antara kita
Aku meminta
Bila ada yang salah padaku terutama
Katakan saja
Aku bisa malih segala rupa yang kau pinta
Dan kau tak perlu meragukannya
Tersebab padamu, Tuan yang aku cinta
Aku MERAKI
22.48 pm
Selasa, 18 Juni 2019
Mencintaimu Tuan
Aku kremasi ribang ini
Dalam panas uap secangkir kopi
Di hadapan sepi, aku mengakui
Mencintaimu Tuan xxxx
Aku tidak akan berhenti
Meski hanya sejeda denyut nadi
20 Mei 2019
23.40
#manone
Dalam panas uap secangkir kopi
Di hadapan sepi, aku mengakui
Mencintaimu Tuan xxxx
Aku tidak akan berhenti
Meski hanya sejeda denyut nadi
20 Mei 2019
23.40
#manone
Atas Nama Cinta
Perempuan setengah baya itu berkaca
Ia kecut melihat bayangnya di sana
Sepasang danau yang bernas isinya
Yang kata banyak orang, secerdas pikirnya
Tapi lalu ia bertanya-tanya
Mengapa lelaki tak suka padanya
Apakah takut gelagapan?
Apakah takut terseret pusaran?
Apakah takut tenggelam dan tak bisa kembali ke permukaan?
Jika memang itu alasannya
Ia rela kemarau singgah kemudian bertahta di airnya
Hanya demi sebuah nama
Atas nama cinta
18052019
#Ramadanke-13
Ia kecut melihat bayangnya di sana
Sepasang danau yang bernas isinya
Yang kata banyak orang, secerdas pikirnya
Tapi lalu ia bertanya-tanya
Mengapa lelaki tak suka padanya
Apakah takut gelagapan?
Apakah takut terseret pusaran?
Apakah takut tenggelam dan tak bisa kembali ke permukaan?
Jika memang itu alasannya
Ia rela kemarau singgah kemudian bertahta di airnya
Hanya demi sebuah nama
Atas nama cinta
18052019
#Ramadanke-13
Rabu, 01 Mei 2019
Hujan
Menanti reda
Berharap bersua bianglala
Sebelum senja tiba
dan langit malu bersemu jingga
Sembari terbata-bata
Tajwid tak sempurna
Belajar menyulam mahkota
Untuk disematkan ke yanda - bunda
serta sigarane nyawa
Tanpa terasa
Ada hangat menyelinap di ufuk mata
Lalu jatuh melabur dengan hujan di luar sana
30 April 2019
Selepas Ashar
Berharap bersua bianglala
Sebelum senja tiba
dan langit malu bersemu jingga
Sembari terbata-bata
Tajwid tak sempurna
Belajar menyulam mahkota
Untuk disematkan ke yanda - bunda
serta sigarane nyawa
Tanpa terasa
Ada hangat menyelinap di ufuk mata
Lalu jatuh melabur dengan hujan di luar sana
30 April 2019
Selepas Ashar
Minggu, 28 April 2019
Kelak
Pagi tadi
Kuramu getirnya rindu
dengan pahit secangkir kopi
Rasa ini tak pernah berhenti
Menarik larik-larik puisi
Di antara ramai yang bersembunyi
Aku mengingatmu selalu
Pada setiap ujung matahari
Semoga kelak kau pahami
28042019
20.05
#haripuisinasional
Kuramu getirnya rindu
dengan pahit secangkir kopi
Rasa ini tak pernah berhenti
Menarik larik-larik puisi
Di antara ramai yang bersembunyi
Aku mengingatmu selalu
Pada setiap ujung matahari
Semoga kelak kau pahami
28042019
20.05
#haripuisinasional
Sabtu, 27 April 2019
Hujan
Tuan,
Hujan hari ini seperti enggan berhenti
Barangkali ia memahami
Bahwa ada hati yang butuh disirami
Agar harap mekar kembali
Namun,
Rindu perlahan meragu
Apakah masih perlu?
Karena Tuan telah pergi lebih dulu
Tanpa aba-aba
Meruangkan hampa seketika
Aku dilanda tanya
Serupa itukah cinta?
24042019
14.44
#ngopingapangopi
#kopikudingin
#alterego
#dejavu
Nefertari
"Untuk Ratuku, Nefertari, kesayangan Mut, yang demi dirinya matahari bersinar di Nubia setiap hari"
Firaun Ramses II untuk Nefertari
Seromantis itu Ramses II kepada Nefertari.
Pada akhirnya ia memilih Nefertari, putri priyayi yang cerdas dan trengginas sebagai Permaisuri Utama untuk mendampinginya memimpin negara daripada Iset, wanita dari harem bertubuh seksi tapi otak tak berisi.
Meski Nefertari merupakan perempuan kedua yang dinikahi Ramses II, tapi ia adalah cinta pertama sekaligus cinta sejati Ramses II sedari mereka kanak-kanak pun sebaliknya. Deja-vu, Nefertari dan Ramses II kembali bersatu setelah mereka dewasa.
Kepribadian dan kepandaian Nefertari memecahkan masalah rakyat di Balairung telah menyingkirkan Iset dari kekaguman rakyatnya akan kecantikan Iset dan memulihkan nama baik orang tuanya, pasangan Ratu Mutnodjmet dan Jenderal Nakhtmin. Ia sekaligus menghapus label atheis yang disematkan rakyat pada bibinya, Nefertiti. Kemahiran berbahasa dan berperang bersama Ramses II mengembalikan kepercayaan rakyat kepada trahnya sebagai ratu nomor satu.
Inner beauty Nefertari : brain, behavior, and beauty telah membawa Nefertari menjadi istri dan kekasih Ramses II untuk selamanya.
Stt, konon, patung dan makam mereka berdampingan. So lovely
Dari buku "Nefertari Sang Ratu Heretik" karya Michele Moran
Langganan:
Postingan (Atom)