Selasa, 18 Juni 2019

Meraki

Kita hanya perlu bersua
Memesan kopi sesuai selera
Seperti biasa
Kemudian duduk semeja
Berbagi cerita dengan atau tanpa suara

Di sela jarak antara kita
Aku meminta
Bila ada yang salah padaku terutama
Katakan saja
Aku bisa malih segala rupa yang kau pinta
Dan kau tak perlu meragukannya

Tersebab padamu, Tuan yang aku cinta
Aku MERAKI

22.48 pm

Mencintaimu Tuan

Aku kremasi ribang ini
Dalam panas uap secangkir kopi
Di hadapan sepi, aku mengakui

Mencintaimu Tuan xxxx
Aku tidak akan berhenti
Meski hanya sejeda denyut nadi

20 Mei 2019
23.40

#manone

Atas Nama Cinta

Perempuan setengah baya itu berkaca
Ia kecut melihat bayangnya di sana

Sepasang danau yang bernas isinya
Yang kata banyak orang, secerdas pikirnya

Tapi lalu ia bertanya-tanya
Mengapa lelaki tak suka padanya

Apakah takut gelagapan?
Apakah takut terseret pusaran?
Apakah takut tenggelam dan tak bisa kembali ke permukaan?

Jika memang itu alasannya
Ia rela kemarau singgah kemudian bertahta di airnya
Hanya demi sebuah nama
Atas nama cinta

18052019
#Ramadanke-13

Rabu, 01 Mei 2019

Hujan

Menanti reda
Berharap bersua bianglala
Sebelum senja tiba
dan langit malu bersemu jingga

Sembari terbata-bata
Tajwid tak sempurna
Belajar menyulam mahkota
Untuk disematkan ke yanda - bunda
serta sigarane nyawa

Tanpa terasa
Ada hangat menyelinap di ufuk mata
Lalu jatuh melabur dengan hujan di luar sana

30 April 2019
Selepas Ashar


Minggu, 28 April 2019

Kelak

Pagi tadi
Kuramu getirnya rindu
dengan pahit secangkir kopi

Rasa ini tak pernah berhenti
Menarik larik-larik puisi

Di antara ramai yang bersembunyi
Aku mengingatmu selalu
Pada setiap ujung matahari

Semoga kelak kau pahami

28042019
20.05

#haripuisinasional

Sabtu, 27 April 2019

Hujan



Tuan,
Hujan hari ini seperti enggan berhenti
Barangkali ia memahami
Bahwa ada hati yang butuh disirami
Agar harap mekar kembali

Namun,
Rindu perlahan meragu
Apakah masih perlu?
Karena Tuan telah pergi lebih dulu

Tanpa aba-aba
Meruangkan hampa seketika

Aku dilanda tanya
Serupa itukah cinta?

24042019
14.44

#ngopingapangopi
#kopikudingin
#alterego
#dejavu

Nefertari

"Untuk Ratuku, Nefertari, kesayangan Mut, yang demi dirinya matahari bersinar di Nubia setiap hari"
Firaun Ramses II untuk Nefertari

Seromantis itu Ramses II kepada Nefertari.

Pada akhirnya ia memilih Nefertari, putri priyayi yang cerdas dan trengginas sebagai Permaisuri Utama untuk mendampinginya memimpin negara daripada Iset, wanita dari harem bertubuh seksi tapi otak tak berisi. 

Meski Nefertari merupakan perempuan kedua yang dinikahi Ramses II, tapi ia adalah cinta pertama sekaligus cinta sejati Ramses II sedari mereka kanak-kanak pun sebaliknya. Deja-vu, Nefertari dan Ramses II kembali bersatu setelah mereka dewasa. 

Kepribadian dan kepandaian Nefertari memecahkan masalah rakyat di Balairung telah menyingkirkan Iset dari kekaguman rakyatnya akan kecantikan Iset dan memulihkan nama baik orang tuanya, pasangan Ratu Mutnodjmet dan Jenderal Nakhtmin. Ia sekaligus menghapus label atheis yang disematkan rakyat pada bibinya, Nefertiti. Kemahiran berbahasa dan berperang bersama Ramses II mengembalikan kepercayaan rakyat kepada trahnya sebagai ratu nomor satu.

Inner beauty Nefertari : brain, behavior, and beauty telah membawa Nefertari menjadi istri dan kekasih Ramses II untuk selamanya. 

Stt, konon, patung dan makam mereka berdampingan. So lovely

Dari buku "Nefertari Sang Ratu Heretik" karya Michele Moran