Rindu ini tak punya nyali
Dia hanya berani
di sebaris puisi
di secangkir kopi
di malam ketika senyap lebih bertingkah daripada bunyi
Dalam persembunyian
Dia hanya menyebut nama Tuan
di setiap lafalan
di setiap seruputan
di setiap tengadah tangan
Mendung di mata berguguran
Hati berharap cuma dengan Tuan,
Hamba disandingkan
21 Juli 2019
Syawal sudah lewat
Rabu, 18 September 2019
Kenangan
Kopi ini masih berduet dengan kesepian
Bertandang ke meja di hadapanku yang sendirian
Lewat satu sesapan
Masih sahaja terasa di pahitnya
Romantisme ciuman Tuan
Lalu hangat ini berjatuhan
Seusai mengembun dalam kenangan
Sa(d)nite, July6th2019
Syawal sudah lewat
Bertandang ke meja di hadapanku yang sendirian
Lewat satu sesapan
Masih sahaja terasa di pahitnya
Romantisme ciuman Tuan
Lalu hangat ini berjatuhan
Seusai mengembun dalam kenangan
Sa(d)nite, July6th2019
Syawal sudah lewat
Janabijana
Di biru nisanmu
Kubuat ceruk tak kasat mata
Tempat menampung segala rindu
beserta air mata
Yang selalu luber seperti air susumu
Kehidupanku dua tahun pertama
Di tanah kelahiran dan kembalimu
Tak cukup waktu bersua
Tapi salam doaku selalu
Dan maaf yang senantiasa
Aku Belum Bisa Membahagiakanmu
21 Juni 2019
10.48 pm
#Purworejo, September 1956 - Januari 2004
#missyoumostafterALLAHandRasulullah
#momonthetop
#dengarlaguBunda-nyaMellyGoeslaw
#saatistirahat
Selasa, 18 Juni 2019
Teman Sejiwa
Doa-doa yang menyisipkan nama Tuan
telah membawanya pada duka
yang Tuan sembunyikan
tanpa harus Tuan ceritakan
Meski telah Tuan abaikan
Namun percayalah, Tuan
Jiwa hanya terikat pada belahannya
yang Tuan semat di jari manisnya
*Hanya Alasan Sederhana*
2019, 19 Juni
telah membawanya pada duka
yang Tuan sembunyikan
tanpa harus Tuan ceritakan
Meski telah Tuan abaikan
Namun percayalah, Tuan
Jiwa hanya terikat pada belahannya
yang Tuan semat di jari manisnya
*Hanya Alasan Sederhana*
2019, 19 Juni
Setabah Hujan Bulan Juni
Ada yang setabah hujan bulan Juni*
Diam-diam menyiram rindu yang tumbuh dalam secangkir kopi sepanjang jalan yang kerap bersama dilalui
Meski kini jalan ramai itu menjelma lorong sepi yang semakin menggiris hati
*Hujan Bulan Juni karya Sapardi
17 Juni 2019
Diam-diam menyiram rindu yang tumbuh dalam secangkir kopi sepanjang jalan yang kerap bersama dilalui
Meski kini jalan ramai itu menjelma lorong sepi yang semakin menggiris hati
*Hujan Bulan Juni karya Sapardi
17 Juni 2019
Philophobia
Dua saja memarut luka
Untuk waktu selaksa purnama
Seterusnya
Cukuplah jatuh cinta
Pada siluet sore yang tiba
Lalu tenggelam di secangkir kopi hitam nirgula
Yang tersaji di atas meja
14 Juni 2019
21.15 WIB
Untuk waktu selaksa purnama
Seterusnya
Cukuplah jatuh cinta
Pada siluet sore yang tiba
Lalu tenggelam di secangkir kopi hitam nirgula
Yang tersaji di atas meja
14 Juni 2019
21.15 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)
