Jumat, 18 Oktober 2019

Catatan dari Pedalaman



Mari rayakan siang ini dengan doa,
dengan kata, dan dengan angka
Atas senyum riang yang terbit dari hati lapang sepulang dari padang dan ladang
Di atas kaki-kaki berlarian selincah kijang

Di kelas kita yang biasa
Beratap gemintang
Berdinding lalang
Beralas tanah berkalang

Kita catatkan
Bahwa esok atau lusa
Matahari ada di genggaman

16102019
18.00

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu
#(masih)manone

Kamis, 10 Oktober 2019

Ibunda Guru



Kupanggil kau, Ibunda guru
Seperti novel yang kau bacakan untukku
Di sela sibukmu

Aku, yang kata orang, dungu
Selalu mencoba
Mengikuti setiap eja
Mengerti setiap kata
Memahami setiap makna

Kau sabar selalu
Mengajariku tanpa jemu
Sampai genap semua ilmu

Ah, Ibunda guru
Pelita bagi aksara
Kala kubuka jendela dunia

10102019

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu
#(masih)manone

Rabu, 09 Oktober 2019

30 Hari



Setiap pagi kudapati
27 pasang sepatu berderet rapi
Dari si empunya yang penuh energi
Demi profesi yang bersertifikasi

Tak ada jemu
Belajar untuk mendapat ilmu
Saling berbagi bila ada yang tahu

Semua jadi keluarga
Dengan segala perniknya
Tapi yang teringat hanya cerita suka
Yang melahirkan tawa berseling air mata

10-10-2019

#PPG daljab Angkatan 3
#Uhamka - Bahasa Indonesia

Rabu, 18 September 2019

Tentang Tuan dan Belah Rotan di Tangan


Secangkir kopi hitam nirgula
di bawah rembulan
Memberi sebuah pelajaran
Bahwa pahit adalah simbiosis mutualisme nan sempurna
Antara kerinduan
dan melupakan

Manone (were) in love

18092019


Tangis

Hangat di mata

Entah apa yang harus kusalahkan
Uap secangkir kopi di tangan
Ataukah
Senandung mendung di luaran
Keduanya sama-sama menyajikan kenangan

Ah, Tuan
Yang menyematkan belah rotan
Bayangmu masih menyibukkan pikiran

Sa(d)nite
September14th 2019


Lepas

Kutanggalkan yang selama ini
melingkar di jari
Meski telah setia menanti
Kau memilih tak kembali

Ya, sudahlah
Aku sudah pernah merasa
Pahitnya hati seperti apa

08092019
22.17

Saat Kondangan

Malam Minggu
Biarlah masing-masing cangkir kopi kita dengan hangatnya:
Kau dengan peluknya
Aku dengan air mata

08092019
00.13
Hai, senja!
Setahun lalu aku berdua
Menemanimu berubah jingga
Tapi kini berbeda
Aku sendiri saja
Dan di jari manis ini
Masih melekat bukti cintanya

06 September 2019
22.33 WIB

Selamat Ulang Tahun


Di kursi bersanding dengan sepi
Di meja terdiam secangkir puisi
Tentang kelahiran kopi dari tangan petani

Hangat uapnya tiba-tiba berujung di mata

29082019
03.00 WIB


Frekuensi

Dekat atau jauh dari mata
Dengan atau tanpa berita

Meski lewat dua belas purnama
Tak bersua
Tak mengopi bersama

Frekuensi hati kita tetap seirama

21082019
04.55 am

Sederhana

Rinduku sederhana
Seperti lidah yang candu
pada pahitnya kopi hitam tanpa gula

Kau tak perlu bertanya apa-apa
Sebab namamu
kupastikan selamanya ada

Syawal lewat
Iduladha lewat

12082019


Mendung Menetas

Puan,
Mendung di matamu menetas jua
Menjadi bulir-bulir di atas secangkir kopi hitam tanpa gula

Hilang pelangi seketika
Menjelang Adha
Kulihat
Ada kecewa

09082019
03.56


Terbenam

pada akhirnya,
Sabtu malam ini
akan seperti sebelumnya

Dan
cerita kita terbenam rapi
di dalam secangkir kopi

Menunggu waktu
Sampai semesta merestui

04082019
03.24 am

Insomnia Datang Lagi

Rindu ini tak punya nyali
Dia hanya berani
                               di sebaris puisi
                               di secangkir kopi
                               di malam ketika senyap lebih bertingkah  daripada bunyi

Dalam persembunyian
Dia hanya menyebut nama Tuan
                              di setiap lafalan
                              di setiap seruputan
                              di setiap tengadah tangan

Mendung di mata berguguran
Hati berharap cuma dengan Tuan,
Hamba disandingkan

21 Juli 2019
Syawal sudah lewat

Kenangan

Kopi ini masih berduet dengan kesepian
Bertandang ke meja di hadapanku yang sendirian

Lewat satu sesapan

Masih sahaja terasa di pahitnya
Romantisme ciuman Tuan

Lalu hangat ini berjatuhan
Seusai mengembun dalam kenangan

Sa(d)nite, July6th2019

Syawal sudah lewat


Janabijana


Di biru nisanmu
Kubuat ceruk tak kasat mata
Tempat menampung segala rindu
beserta air mata
Yang selalu luber seperti air susumu
Kehidupanku dua tahun pertama

Di tanah kelahiran dan kembalimu
Tak cukup waktu bersua
Tapi salam doaku selalu
Dan maaf yang senantiasa

Aku Belum Bisa Membahagiakanmu

21 Juni 2019
10.48 pm

#Purworejo, September 1956 - Januari 2004
#missyoumostafterALLAHandRasulullah
#momonthetop
#dengarlaguBunda-nyaMellyGoeslaw
#saatistirahat

Selasa, 18 Juni 2019

Teman Sejiwa

Doa-doa yang menyisipkan nama Tuan
telah membawanya pada duka
yang Tuan sembunyikan
tanpa harus Tuan ceritakan

Meski telah Tuan abaikan
Namun percayalah, Tuan

Jiwa hanya terikat pada belahannya
yang Tuan semat di jari manisnya

*Hanya Alasan Sederhana*


2019, 19 Juni

Setabah Hujan Bulan Juni

Ada yang setabah hujan bulan Juni*
Diam-diam menyiram rindu yang tumbuh dalam secangkir kopi sepanjang jalan yang kerap bersama dilalui
Meski kini jalan ramai itu menjelma lorong sepi yang semakin menggiris hati

*Hujan Bulan Juni karya Sapardi

17 Juni 2019

Philophobia

Dua saja memarut luka
Untuk waktu selaksa purnama
Seterusnya
Cukuplah jatuh cinta
Pada siluet sore yang tiba
Lalu tenggelam di secangkir kopi hitam nirgula
Yang tersaji di atas meja


14 Juni 2019
21.15 WIB



Meraki

Kita hanya perlu bersua
Memesan kopi sesuai selera
Seperti biasa
Kemudian duduk semeja
Berbagi cerita dengan atau tanpa suara

Di sela jarak antara kita
Aku meminta
Bila ada yang salah padaku terutama
Katakan saja
Aku bisa malih segala rupa yang kau pinta
Dan kau tak perlu meragukannya

Tersebab padamu, Tuan yang aku cinta
Aku MERAKI

22.48 pm

Mencintaimu Tuan

Aku kremasi ribang ini
Dalam panas uap secangkir kopi
Di hadapan sepi, aku mengakui

Mencintaimu Tuan xxxx
Aku tidak akan berhenti
Meski hanya sejeda denyut nadi

20 Mei 2019
23.40

#manone

Atas Nama Cinta

Perempuan setengah baya itu berkaca
Ia kecut melihat bayangnya di sana

Sepasang danau yang bernas isinya
Yang kata banyak orang, secerdas pikirnya

Tapi lalu ia bertanya-tanya
Mengapa lelaki tak suka padanya

Apakah takut gelagapan?
Apakah takut terseret pusaran?
Apakah takut tenggelam dan tak bisa kembali ke permukaan?

Jika memang itu alasannya
Ia rela kemarau singgah kemudian bertahta di airnya
Hanya demi sebuah nama
Atas nama cinta

18052019
#Ramadanke-13

Rabu, 01 Mei 2019

Hujan

Menanti reda
Berharap bersua bianglala
Sebelum senja tiba
dan langit malu bersemu jingga

Sembari terbata-bata
Tajwid tak sempurna
Belajar menyulam mahkota
Untuk disematkan ke yanda - bunda
serta sigarane nyawa

Tanpa terasa
Ada hangat menyelinap di ufuk mata
Lalu jatuh melabur dengan hujan di luar sana

30 April 2019
Selepas Ashar


Minggu, 28 April 2019

Kelak

Pagi tadi
Kuramu getirnya rindu
dengan pahit secangkir kopi

Rasa ini tak pernah berhenti
Menarik larik-larik puisi

Di antara ramai yang bersembunyi
Aku mengingatmu selalu
Pada setiap ujung matahari

Semoga kelak kau pahami

28042019
20.05

#haripuisinasional

Sabtu, 27 April 2019

Hujan



Tuan,
Hujan hari ini seperti enggan berhenti
Barangkali ia memahami
Bahwa ada hati yang butuh disirami
Agar harap mekar kembali

Namun,
Rindu perlahan meragu
Apakah masih perlu?
Karena Tuan telah pergi lebih dulu

Tanpa aba-aba
Meruangkan hampa seketika

Aku dilanda tanya
Serupa itukah cinta?

24042019
14.44

#ngopingapangopi
#kopikudingin
#alterego
#dejavu

Nefertari

"Untuk Ratuku, Nefertari, kesayangan Mut, yang demi dirinya matahari bersinar di Nubia setiap hari"
Firaun Ramses II untuk Nefertari

Seromantis itu Ramses II kepada Nefertari.

Pada akhirnya ia memilih Nefertari, putri priyayi yang cerdas dan trengginas sebagai Permaisuri Utama untuk mendampinginya memimpin negara daripada Iset, wanita dari harem bertubuh seksi tapi otak tak berisi. 

Meski Nefertari merupakan perempuan kedua yang dinikahi Ramses II, tapi ia adalah cinta pertama sekaligus cinta sejati Ramses II sedari mereka kanak-kanak pun sebaliknya. Deja-vu, Nefertari dan Ramses II kembali bersatu setelah mereka dewasa. 

Kepribadian dan kepandaian Nefertari memecahkan masalah rakyat di Balairung telah menyingkirkan Iset dari kekaguman rakyatnya akan kecantikan Iset dan memulihkan nama baik orang tuanya, pasangan Ratu Mutnodjmet dan Jenderal Nakhtmin. Ia sekaligus menghapus label atheis yang disematkan rakyat pada bibinya, Nefertiti. Kemahiran berbahasa dan berperang bersama Ramses II mengembalikan kepercayaan rakyat kepada trahnya sebagai ratu nomor satu.

Inner beauty Nefertari : brain, behavior, and beauty telah membawa Nefertari menjadi istri dan kekasih Ramses II untuk selamanya. 

Stt, konon, patung dan makam mereka berdampingan. So lovely

Dari buku "Nefertari Sang Ratu Heretik" karya Michele Moran


Selasa, 23 April 2019


Jika kau mencari cinta
Ia tak akan ke mana
Ia selalu ada di sana

Di langit kata-kata bahkan ketika kau diam
Di samudra air mata bahkan ketika kau terpejam

Dan selamanya
Di sepertiga malam serta doa yang dalam

15042019


Aku mengubur cinta dalam gurat pualam
Seperti tahun-tahun silam
Sebab sudah letih diabaikan

Aku memilih mencintaimu dalam diam
Tanpa perlu dilisankan atau dituliskan
Aku meyakini kata Rumi
"Dalam diam tak ada penolakan"

06032019
23.12 WIB


Jika
Kau melihatku baik-baik saja
Tersenyum dan tertawa bahagia,
Maka sesungguhnya
Itu aktingku yang paling sempurna

Hanya
Di hadapan secangkir kopi tanpa gula
Aku tak bisa berdusta

05032019
21.52 WIB




Selamat turun hujan
dan kerinduan yang berebutan
memaksa kenangan
segala tentang Tuan
singgah lebih lama dalam ingatan

Tapi ini kali
tanpa secangkir kopi
di tangan

Relungku menggigil kedinginan

15.20 WIB
02032019

#UNBKharikedua
#Honorertetapmasuk

Jumat, 05 April 2019

Hanya

Jika
Kau melihatku baik-baik saja
Tersenyum dan tertawa bahagia,
Maka sesungguhnya
Itu aktingku yang paling sempurna

Hanya
Di hadapan secangkir kopi tanpa gula
Aku tak bisa berdusta

05032019
21.52 WIB




Selasa, 02 April 2019

Hujan

Selamat turun hujan
dan kerinduan yang berebutan
memaksa kenangan
segala tentang Tuan
singgah lebih lama dalam ingatan

Tapi ini kali
tanpa secangkir kopi
di tangan

Relungku menggigil kedinginan

15.20 WIB
02032019

#UNBKharikedua
#Honorertetapmasuk
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu

Senin, 25 Maret 2019


Malam ini
Hujan deras sekali
Di pipi

Aku meringkuk
Memeluk
sepi

25032019

#igotmyinsomniaback

Sabtu, 23 Maret 2019

Jumat, 22 Maret 2019

Sabtu, 16 Maret 2019

Nawaukanten

Ketika kau tak sekadar bayang
Sembuhlah segala luka yang lama meradang
Tapi kau tak lagi datang
Aku merasa ada yang hilang

Aku bertanya-tanya
Tentang salah dan alpa kupunya
Namun tak jua ada jawabannya

Aku menunggu
Sembari mengaduk rindu


16032019




Jumat, 15 Maret 2019

Paradoksal

Inginku menuju hujan
Menyamarkan air mata yang sejak tadi kutahan
Seiring kerinduan yang menikam tak keruan

Di keramaian, aku merasa kesepian

15032019
#momonthetop

Minggu, 10 Maret 2019

Sebuah Septima

Setelah lewat enam warsa
Aku kembali jadi Layla

Mencintaimu dengan seluruh rasa
Menuangkannya lewat larik kata

Rinduku dendam
Aku mengeja namamu diam-diam
Tapi hanya dalam doa malam


08032019




Kamis, 07 Maret 2019

Rectoverso

Pernah satu ketika
Dengan sepasang cangkir kopi di depan kita
Aku menyimakmu berkisah tentangnya
Lalu di matamu hadir sepotong merah senja

Aku terpesona
Dan tak menyadarinya
Pada mataku hujan turun tanpa suara
Ah,
Padamu Tuan yang bercerita
Ternyata aku merasakan cinta
Seperti kau punya

07032019


#ngopingapangopi
#sebentarselepasashar
#jokarmahgitu
#alterego
#rahajengrahinanyepi
#sakanewyear1941
#deardeja-vu
Duhai perempuan yang dilangkahi dua kali
Yang hatinya sebasah bumi nan hujan sehari ini
Marilah ke sini
Aku tawarkan kau secangkir kopi
Meski tak setiap saat aku temani
Setidaknya, sore ini kau tak sendiri dan merasa sepi

06032019


#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#hujanseharian
#alterego

Selasa, 05 Maret 2019

Jelang jam sembilan malam
Pada uap panas kopi hitam
Ada namamu yang kulangitkan diam-diam
Dari palung rindu yang terdalam

05032019


#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#selamatmemejam
#deja-vu

Hujan

Derasmu pagi ini
Menyamarkan yang telah lebih dulu di pipi
Ketika mengingat hari-hari kehilangan pelangi
Bersama secangkir kopi, teman paling ahli menemani

Quatrain in the rain
03032019


#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#selamathariminggu, deja-vu
Karena aku mencintaimu tanpa tapi
Sejak bertemu tuk pertama kali
Yang dikenalkan orang lain tak lagi mampu mengusik hati

Kalau kau bertanya " mengapa ? "
Jawabnya ada di kalimat pertama


#Selamat sore Maret tanggal dua
#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu
Hei Puan yang sendirian
Selamat menuju senja di perbatasan
Bersama secangkir kopi di tangan
Dan sisa hujan yang tak sanggup menghapus jejak kenangan

01032019


#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego

Hujan

Tuhan tak pernah menciptakan kebetulan
Seperti rindu yang turun bersama rintik hujan
Kuyakini semua menuju pada Tuan

Dengannya turut pula selarik harapan:

Menikmati seseduh kopi di teras depan
Menjemput hari tua sembari berpegangan tangan dan bibir menampak senyuman


22022019
Selepas Maghrib ketika merindukan Tuan
Dan kopi di tangan
Dan hujan
😁

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
#deja-vu
Hujan

pagi ini bersama sisa hujan
dan secangkir kopi hitam tanpa gula di tangan
aku ingin lupa ingatan
tentang
tahun-tahun yang kesepian
malam minggu yang sendirian
rindu yang kehilangan tuan

Minggu 17022019
Sekadar tulisan
Menunggu kedatangan secawan gorengan
😁

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#alterego
Bila mendengar darimu sepatah saja
sudah merupa mantra
yang menyembuhkan rindu nan luka

Maka apatah lagi yang ingin kupinta ?

Bersama ujung senja
Secangkir kopi hitam tanpa gula
Beraroma bahagia


19022019
Tanggal cantik lewat lagi

#ngopingapangopi
#alterego
#hei, de-ja-vu
#terima kasih
Tuan,
Air teduh dan tenang
yang Tuan pandang
Yang Tuan  selami kedalamannya
Yang Tuan temukan cinta di dasarnya
Tengah dikabung hujan
bahkan sebaris gerimis pun
menjadikannya luapan

Satu pertanyaan,
Di manakah duli Tuan bila ini aku ceritakan?


08 Februari 2019

Hujan
Derasmu tak ubahnya kenangan
sibuk memupuk rindu yang kehilangan tuan
menggenapi pahit kopi
menyusul sepi

Di sudut ruang, ada perempuan patah hati yang sembunyi dalam senyuman

Gong Xi Fa Cai
05022019


#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#deja-vu
Sedasyat ini cinta
Hanya mampu kutuangkan dalam secangkir kopi hitam nirgula
Berharap kau terima
Kurang dan lebihnya
Tanpamu
Aku tak berdaya

Februari malam minggu pertama
02022019


#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#selamatmalamdeja-vu
Mari bicara sebagai orang dewasa
Sesekali menyesap kopi hitam yang bersanding di meja kita
Seperti biasa, menunggu senja atau hujan reda
Sampai rindu ini (seakan) tak menyisa


Saat istirahat
31 Januari 2019

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#Januarimasihsepi
Di sebuah seduh kopi
-teman paling sehati menjelang dini nan sepi-
Ada air mata yang beriak sebab rindu tengah berjarak

27 Januari 2019

Hujan
Hadirnya membawaku ke lain dimensi
Pada satu masa tuk pertama kali
Sepasang kaki kita berlari-lari
Mencari tempat teduh di Taman Suropati

Kita tertawa seraya mengaitkan jemari
Ternyata, bahagia itu sederhana sekali

21 Januari 2019

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
Untuk ibuku yang sedang beristirahat di bawah nisan biru :

Aku beritahu

Aku rindu naik turun nada omelanmu yang serupa orkestra paling merdu di telingaku

Hari ini segitu saja pengakuanku

Al Fatihah untukmu
18 Januari 2004 - 18 Januari 2019

@ ruang guru SMAN 22 saat istirahat

#missyoumost
#momonthetop
#after ALLAH and Rasulullah

Hujan
Di bibir sepi aku titipkan sebutir rindu
pahitnya melebihi secangkir kopi tanpa gula
beginilah rasa yang tak berujung temu
menyiksa tapi aku candu padanya
Dan hanya pada hujan aku bercerita


#ngopingapangopi
#jokarmahgitu

Hujan


Dengan suka rela kenangan datang dan menggenang
Kusuguhkan secangkir kopi, makin ia enggan pulang
Tapi aku kian merasa kehilangan



#momonthetop
#missyoumost
#ngopingapangopi
#jokarmahgitu

Sabtu, 12 Januari 2019

(1)
Hujan
Dalam uraian, namamu selalu kusemogakan
Agar mimpi banyak malam
Segera
Jadi kenyataan

09 Januari 2019

Sabtu, 05 Januari 2019

Januari

Masih narasi tentang berkarib kopi, sendiri, dan sepi
Juga hujan yang mengalir di pipi

05 Januari 2019

Jumat, 04 Januari 2019



Di punggung perempuan
Sepi menjalar melesak hingga hati
Menyekap rindu nan semakin beku
Bahkan hangatnya secangkir kopi
Tak sanggup melumerkan
30122018@07.35

#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#Selamat Minggu pagi
#Terakhir di tahun 2018
Tinggal 32 hari lagi/tahun berganti/tidak ada yang berarti/tak ada yang sudi/bahkan kamu pun pergi/seumpama uap kopi/yang sejujurnya denganmu/kuingin berbagi//


#ngopingapangopi
#bestpalbangetdeh
#jokarmahbebas
Ada yang sungguh-sungguh meluapkan kerinduan/Dihujaninya muka bumi bertubi-tubi/Jumuah di ujung ashar segala doamu ku-amin-i/dalam secangkir kopi*)// 23112018



#ngopingapangopi
#masihdiruangguru
#menunggureda
#jokarmahgitu

Sajak Perumpamaan

Sebelum memejam/
Aku ingatkan rindu akan kamu/
Yang teradiksi seperti pada kopi atau/
Yang tak jera laksana hujan yang selalu jatuh ke bumi meski telah hapal sakitnya/
Selamat malam//

11.43 @5/11/2018
#ngopingapangopi
#jokarmahgitu
#sajakperumpamaan

Sajak November

Mengantar Oktober pulang
Menjemput November datang
Pesanku sayang
Cukup langit saja yang berair
Mata dan hatimu jangan
Sebab air matamu terlalu mahal
Untuk yang telah membiarkan rindumu tersiksa sendirian

01 November 2018
#Novemberrain
#ngopingapangopi ☕
#jokarmahgitu

Retorika

Pagi ini secangkir kopi yang pertama/tapi tak seperti biasa/
tak kurasakan nikmatnya/
mungkinkah karena kuseduh dengan air mata yang rindunya bersama uap mengudara?/
ah, tak perlu menjawabnya/
ini retorika//



Kutitipkan pada hujan/segala kerinduan/selalu tertuju padanya/sosok yang tertera dalam lamunan//
18 Oktober 2018

#selamatmenikmatihujan,kamu
#jokarmahgitu